Berita

Bupati Sumenep Sidak MPLS, Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman bagi Siswa Baru

947
×

Bupati Sumenep Sidak MPLS, Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman bagi Siswa Baru

Sebarkan artikel ini
Bupati Sumenep Sidak MPLS, Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman bagi Siswa Baru
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat sidak kepada salah satu sekolah di Sumenep. Foto: Istimewa

Sumenep, locusjatim.com Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh sekolah benar-benar menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik baru sejak hari pertama masuk.

Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SMP Negeri 1 Sumenep. Dalam peninjauan tersebut, Bupati memantau langsung jalannya kegiatan MPLS sekaligus memastikan tidak ada praktik perploncoan, intimidasi, maupun tindakan yang dapat memberikan tekanan fisik dan mental kepada siswa baru.

Menurut Fauzi, tujuan utama MPLS adalah membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, serta budaya belajar yang positif. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan harus mengedepankan nilai edukasi, bukan menjadi ajang senioritas.

“Kami sudah menyampaikan bahwa berkaitan dengan penerimaan siswa-siswi baru, itu lebih kepada edukasi, lebih kepada pengenalan lingkungan siswa,” kata Fauzi.

Ia juga meminta seluruh kepala sekolah memperketat pengawasan terhadap setiap kegiatan selama MPLS, terutama yang melibatkan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Menurutnya, koordinasi yang baik dengan siswa senior penting dilakukan agar seluruh aktivitas tetap berjalan sesuai aturan.

“Ada batasan-batasan yang harus dikoordinasikan terhadap senior-seniornya. Biasanya kalau di sekolah itu kan OSIS, komunikasi terhadap siswa baru itu adalah OSIS. Itu kita sudah sampaikan kepada kepala sekolah, jangan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan oleh kita,” ujarnya.

Fauzi menegaskan, Pemkab Sumenep memang tidak menyiapkan sanksi khusus apabila terjadi pelanggaran. Namun, seluruh kepala sekolah telah diberikan peringatan agar bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan MPLS di masing-masing satuan pendidikan.

Ia menekankan, sekolah harus menjadi tempat yang mampu memberikan rasa aman kepada seluruh peserta didik baru. Oleh sebab itu, kegiatan yang mengandung unsur kekerasan, perundungan, maupun tekanan psikologis tidak boleh mendapat ruang dalam pelaksanaan MPLS.

“Kami tidak menyampaikan ada punishment, tapi kita sudah kasih warning pada seluruh kepala sekolah agar tidak terjadi sesuatu apa pun yang tidak diinginkan. Lebih kepada edukasi dan pengenalan sekolah, tidak kepada hal-hal yang bersifat secara fisik ataupun mental,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Moh Iksan mengatakan, MPLS Ramah tahun ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru di jenjang TK, SD, hingga SMP.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS mengedepankan enam prinsip utama, yakni menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, bebas perundungan, menghargai keberagaman, serta berpusat pada kebutuhan peserta didik.

Pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Sumenep berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, dengan mengusung tema “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah.”

“Semoga seluruh peserta didik, mulai dari TK, SD, dan SMP dapat mengikuti MPLS dengan penuh semangat dan memperoleh pengalaman yang berkesan,” ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *