Berita

Tiga Desa Jadi Pilot Project, Sumenep Percepat Transformasi Desa Berbasis Data

1204
×

Tiga Desa Jadi Pilot Project, Sumenep Percepat Transformasi Desa Berbasis Data

Sebarkan artikel ini
Tiga Desa Jadi Pilot Project, Sumenep Percepat Transformasi Desa Berbasis Data
Wakil Bupati KH. Imam Hasyim. Foto: Istimewa

Sumenep, locusjatim.com Pemerintah Kabupaten Sumenep mempercepat langkah transformasi tata kelola desa dengan menjadikan tiga desa sebagai proyek percontohan (pilot project) dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. Inisiatif ini menandai keseriusan daerah dalam mendorong pembangunan desa yang berbasis data, terukur, dan tepat sasaran.

Ketiga desa yang ditunjuk sebagai lokus awal yakni Desa Ketawang Karay, Desa Bata’al Timur, dan Desa Billapora Barat. Mereka diproyeksikan menjadi model pengelolaan data desa yang profesional dan dapat direplikasi di wilayah lain.

Program Desa Cantik 2026 tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi pijakan strategis dalam membangun sistem data desa yang akurat dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) serta sejumlah organisasi perangkat daerah seperti DPMD, Disdukcapil, Bappeda, hingga Diskominfo untuk memperkuat ekosistem data di tingkat desa.

Wakil Bupati KH. Imam Hasyim menegaskan, transformasi ini penting agar pembangunan desa tidak lagi berjalan tanpa arah yang jelas. Menurutnya, data menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang efektif.

“Data yang akurat adalah kompas pembangunan. Dengan data, kita tidak lagi berjalan dalam ketidakpastian, tetapi melangkah dengan arah yang jelas dan terukur,” tegasnya.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi desa, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia hingga sistem pengelolaan data yang belum optimal. Namun, kondisi tersebut dinilai sebagai peluang untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Lebih jauh, Wabup menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya terletak pada ketersediaan data, tetapi juga pada pemanfaatannya dalam setiap pengambilan keputusan di tingkat desa.

“Kita ingin desa naik kelas. Tidak lagi berbasis asumsi, tetapi berbasis data. Inilah kunci agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dengan penunjukan tiga desa sebagai pilot project, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis transformasi desa berbasis data dapat berjalan lebih cepat dan terarah. Program Desa Cantik 2026 pun diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan desa yang mandiri secara statistik dan adaptif terhadap tuntutan pembangunan modern.

“Dengan data yang kuat, masa depan desa akan semakin cerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *