HeadlinePendidikan

2.235 Mahasiswa Baru UIN KHAS Jember Jadi Generasi Pilihan, Ini Pesan Plt Rektor

918
×

2.235 Mahasiswa Baru UIN KHAS Jember Jadi Generasi Pilihan, Ini Pesan Plt Rektor

Sebarkan artikel ini
mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember
mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Foto: Istimewa

Jember,locusjatimcom Sebanyak 2.235 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember disebut sebagai generasi muda pilihan. Dari lebih dari 8.000 pendaftar, mereka diminta tidak menyia-nyiakan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan membangun kesungguhan belajar sekaligus karakter sejak awal perkuliahan.

Pesan tersebut disampaikan Plt. Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., saat memberikan sambutan dan arahan dalam pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) mahasiswa baru Tahun 2026 di Lapangan Imam Nahrawi UIN KHAS Jember, Senin (31/08/2026).

Menurut Prof. Sahiron, terpilihnya 2.235 mahasiswa dari ribuan pendaftar merupakan kesempatan yang harus disyukuri sekaligus dibuktikan melalui keseriusan menjalani proses pendidikan.

“2.235 itu merupakan generasi muda pilihan,” ujar Prof. Sahiron.

Ia mengingatkan, keberhasilan mahasiswa tidak ditentukan hanya oleh status sebagai mahasiswa maupun perguruan tinggi tempat mereka belajar. Kesungguhan mengikuti proses akademik sejak semester pertama menjadi salah satu kunci agar ilmu yang diperoleh benar-benar dapat membentuk diri dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Adik-adik nanti berkuliah dengan sungguh-sungguh agar selama kuliah mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk membangun diri, untuk membangun bangsa dan negara,” katanya.

Untuk itu, Prof. Sahiron mengajak mahasiswa baru memahami bahwa menuntut ilmu membutuhkan proses panjang. Ia mengutip nazam dalam Ta’limul Muta’allim, Alala tanalul ilma illa bisittatin, yang menjelaskan enam hal penting dalam memperoleh ilmu.

Enam hal tersebut terdiri atas zaka’in, yakni kecerdasan dan kemampuan memahami serta menganalisis; hirsin, berupa semangat kuat dalam mencari ilmu; dan istibarin, yaitu kesabaran dalam menghadapi kesulitan selama belajar.

Mahasiswa juga membutuhkan bulghatin berupa sarana dan prasarana penunjang, irsyadi ustadin atau bimbingan guru dan dosen, serta waktu yang cukup untuk menjalani proses pendidikan.

Prof. Sahiron secara khusus meminta mahasiswa baru tidak menunda-nunda membangun kebiasaan belajar. Menurutnya, semangat tersebut harus sudah terlihat sejak mereka memulai perkuliahan.

“Adik-adik harus bersemangat sejak semester 1. Tidak boleh menunggu-nunggu. Mulai masuk kuliah nanti, terus belajar dengan giat,” pesannya.

Ia juga mendorong mahasiswa jenjang sarjana memiliki target menyelesaikan pendidikan dalam waktu empat tahun. Setelah menyandang gelar sarjana, mahasiswa diharapkan mampu menentukan langkah berikutnya, baik memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

“Pokoknya di S1 harus rajin,” tegasnya.

Selain kemampuan akademik, Prof. Sahiron menekankan pentingnya pembentukan karakter. Menurutnya, generasi muda yang dipersiapkan menuju Indonesia 2045 harus memiliki kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memiliki akhlak yang baik.

“Yang pertama adalah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan yang kedua menjadi bangsa yang beragama dan berakhlakul karimah sehingga maslahat,” tuturnya.

Karena itu, mahasiswa UIN KHAS Jember diminta tidak menjadikan fakultas atau program studi sebagai batas untuk berkembang. Di bidang apa pun mereka belajar, keberhasilan harus dibarengi dengan penguasaan ilmu dan pembentukan karakter.

Pembukaan PBAK menjadi langkah awal bagi 2.235 mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, lingkungan kampus, serta kehidupan kemahasiswaan di UIN KHAS Jember. Mereka juga dibekali berbagai materi sebagai persiapan sebelum menjalani perkuliahan secara penuh.

Dalam pembukaan tersebut, Prof. Sahiron bersama jajaran pimpinan universitas melakukan pemasangan jas almamater dan topi secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila, deklarasi calon mahasiswa, serta rangkaian materi pengenalan akademik dan kemahasiswaan.

Prof. Sahiron berharap kesempatan yang telah diperoleh ribuan mahasiswa tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk tumbuh menjadi pribadi yang berilmu sekaligus berkarakter. Sebab, predikat sebagai generasi pilihan tidak cukup hanya dibuktikan dengan keberhasilan masuk perguruan tinggi, tetapi juga melalui kesungguhan menjalani seluruh proses pendidikan.

“Di fakultas apa pun, di prodi apa pun, yang penting harus berhasil dan mendapatkan ilmu pengetahuan serta memberi karakter yang baik,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *