Sumenep, locusjatim.com — Upaya menghidupkan budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi terus dilakukan Universitas PGRI Sumenep. Tak hanya mengandalkan keberadaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar, kampus tersebut kini melibatkan mahasiswa secara langsung sebagai penggerak budaya membaca melalui program Duta Baca.
Program itu mulai diperkenalkan bersamaan dengan sosialisasi layanan dan fasilitas Perpustakaan Universitas PGRI Sumenep kepada mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 pada 27 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih jauh fungsi perpustakaan, mulai dari berbagai fasilitas, program, hingga layanan yang dapat menunjang kebutuhan pembelajaran selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Namun, sosialisasi kali ini tidak sekadar memperkenalkan ruang dan koleksi perpustakaan. Perkembangan digitalisasi perpustakaan juga menjadi bagian penting yang dikenalkan kepada mahasiswa agar mereka dapat memanfaatkan layanan secara lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di era digital.
Kepala Perpustakaan Universitas PGRI Sumenep, Dr. Zainuddin, M.Pd., mengatakan pihaknya ingin mahasiswa baru tidak hanya mengetahui keberadaan perpustakaan, tetapi juga mampu memanfaatkan seluruh layanan yang tersedia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa baru memahami dan mampu memanfaatkan seluruh layanan perpustakaan, terutama perkembangan digitalisasi perpustakaan yang terus kami kembangkan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi,” ujarnya.
Untuk memperkuat gerakan literasi tersebut, Perpustakaan Universitas PGRI Sumenep pada Tahun Akademik 2026/2027 juga mulai membuka program rekrutmen Duta Baca Perpustakaan.
Kehadiran Duta Baca diharapkan menjadi cara baru untuk mendekatkan gerakan literasi dengan kehidupan mahasiswa. Mereka nantinya tidak hanya menjadi simbol program, tetapi juga berperan mengajak mahasiswa lain lebih aktif membaca dan memanfaatkan berbagai sumber pengetahuan yang tersedia di perpustakaan.
Secara simbolis, program Duta Baca Perpustakaan diberikan kepada Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Khairul Faizin, yang baru dilantik. Selain itu, mahasiswa baru terpilih nantinya juga akan dinobatkan sebagai Duta Baca Perpustakaan Universitas PGRI Sumenep.
Zainuddin menjelaskan, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dari strategi perpustakaan dalam membangun budaya literasi yang lebih aktif di lingkungan kampus.
“Duta Baca nantinya diharapkan dapat menjadi mitra perpustakaan untuk mengajak dan menginspirasi mahasiswa lainnya agar lebih aktif membaca, memanfaatkan perpustakaan, serta bersama-sama membangun budaya literasi,” tambahnya.
Melalui program tersebut, perpustakaan ingin mengubah pola gerakan literasi agar tidak hanya berpusat pada pengelola. Mahasiswa juga diberi ruang untuk menjadi bagian dari upaya memperkuat kebiasaan membaca sekaligus menciptakan lingkungan akademik yang lebih dekat dengan sumber-sumber pengetahuan.
Penguatan layanan digital yang berjalan beriringan dengan program Duta Baca diharapkan membuat perpustakaan semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa baru. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat mencari referensi, tetapi juga menjadi ruang yang mendorong mahasiswa untuk aktif belajar, membaca, dan mengembangkan wawasan.
Universitas PGRI Sumenep berharap langkah tersebut dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya budaya literasi yang lebih kuat di lingkungan kampus, sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengambil peran dalam menggerakkan semangat membaca di kalangan sivitas akademika.






