Pendidikan

Kwarcab Sumenep Bongkar Kunci Indonesia Emas 2045: Pramuka Harus Kreatif, Mandiri dan Produktif

951
×

Kwarcab Sumenep Bongkar Kunci Indonesia Emas 2045: Pramuka Harus Kreatif, Mandiri dan Produktif

Sebarkan artikel ini
Kwarcab Sumenep Bongkar Kunci Indonesia Emas 2045: Pramuka Harus Kreatif, Mandiri dan Produktif
Andalan Cabang Urusan Pramuka Produktif Kwarcab Sumenep, Miftahol Anwar, M.I.Kom. saat foto bersama dengan peserta seminar. Foto: Istimewa.

Sumenep, locusjatim.com Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep mendorong generasi muda menjadi pribadi kreatif, mandiri, dan produktif sebagai bekal menghadapi Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Andalan Cabang Urusan Pramuka Produktif Kwarcab Sumenep, Miftahol Anwar, M.I.Kom., saat menjadi pemateri Seminar Kepramukaan di Pondok Pesantren Nurud Dhalam, Ganding, Kamis (13/8/2026).

Seminar bertema “Memantapkan Langkah Menuju Indonesia Emas 2045” itu diikuti sekitar 100 anggota Pramuka Penggalang dan Penegak.

Miftahol mengatakan nilai-nilai kepramukaan seperti disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan hingga kemampuan memecahkan masalah menjadi modal penting untuk membentuk generasi penggerak.

“Pramuka bukan sekadar seragam dan kegiatan. Di dalamnya ada disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, problem solving, dan pantang menyerah. Nilai-nilai inilah yang menjadi modal penting untuk menjadi generasi penggerak,” ujarnya.

Ia juga mengajak anggota Pramuka mengubah cara pandang terhadap persoalan. Masalah, menurutnya, dapat menjadi sumber ide untuk menciptakan karya dan peluang.

“Jangan hanya melihat masalah sebagai sesuatu yang harus dihindari. Belajarlah melihat masalah sebagai peluang untuk menciptakan solusi, karya, bahkan peluang usaha,” jelasnya.

Menurut Miftahol, pola pikir kewirausahaan penting dimiliki setiap orang, tidak terbatas pada mereka yang ingin menjadi pengusaha.

“Tidak semua orang harus menjadi pengusaha. Tetapi setiap orang perlu memiliki keberanian untuk berinisiatif, berpikir kreatif, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan menciptakan nilai bagi orang lain,” ungkapnya.

Di era digital, ia meminta generasi muda memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif, bukan sekadar hiburan.

“HP jangan hanya digunakan untuk scroll dan hiburan. Jadikan teknologi sebagai alat untuk belajar, berkarya, membangun keterampilan, memasarkan produk, dan menciptakan peluang,” pesannya.

Dalam sesi interaktif, peserta diajak mencari solusi dari berbagai persoalan di lingkungan sekitar dengan menjawab tiga pertanyaan: apa masalahnya, apa solusinya, dan nilai apa yang bisa diciptakan.

“Kita ingin Pramuka tidak hanya menjadi generasi yang siap mencari pekerjaan, tetapi menjadi generasi yang siap menciptakan karya, menciptakan peluang, dan memberikan manfaat,” katanya.

Miftahol menegaskan, berkarya tidak harus menunggu modal besar. Generasi muda bisa memulai dari kemampuan dan fasilitas yang dimiliki.

“Mulailah dari apa yang ada. Kalau punya kemampuan komunikasi, kembangkan komunikasi. Kalau punya HP, manfaatkan untuk belajar dan berkarya. Kalau punya ide, mulai diuji. Jangan menunggu semuanya sempurna,” tambahnya.

Ia berharap anggota Pramuka Sumenep mampu tumbuh sebagai generasi berkarakter, terampil, kreatif, dan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Karakter membuat kita dipercaya, keterampilan membuat kita mampu berkarya, kreativitas membuat kita menemukan solusi, dan kolaborasi membuat dampak kita menjadi lebih besar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *