BeritaHeadline

Perkuat Dukungan bagi Petani, Pemkab Sumenep Pastikan Pertanian Tetap Jadi Prioritas di Musim Kemarau

0
×

Perkuat Dukungan bagi Petani, Pemkab Sumenep Pastikan Pertanian Tetap Jadi Prioritas di Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini
Perkuat Dukungan bagi Petani, Pemkab Sumenep Pastikan Pertanian Tetap Jadi Prioritas di Musim Kemarau
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Foto: Istimewa

Sumenep.locusjatim.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan sektor pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan selama musim kemarau. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan berbagai program pendampingan kepada petani, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, hingga upaya menjaga ketersediaan air untuk mendukung produktivitas lahan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, bahwa perhatian terhadap sektor pertanian menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, sebagian besar warga Sumenep masih menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian.

Menurutnya, memasuki musim kemarau seluruh perangkat daerah terkait harus memberikan perhatian maksimal terhadap kebutuhan petani, mulai dari menjaga hasil panen, memastikan ketersediaan air hingga mengoptimalkan fungsi jaringan irigasi.

“Sektor pertanian harus benar-benar mendapatkan perhatian secara maksimal saat memasuki musim kemarau. Mulai dari hasil panen, ketersediaan air hingga irigasi harus menjadi fokus bersama agar produktivitas petani tetap terjaga,” tegasnya, Senin (06/07/2023).

Bupati menjelaskan, Kabupaten Sumenep memiliki potensi pertanian yang besar dengan luas lahan mencapai lebih dari 103 ribu hektare. Potensi tersebut didukung berbagai komoditas unggulan, seperti padi, jagung, kacang hijau, cabai merah besar, bawang merah, tomat, mentimun hingga sektor peternakan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.

“Kabupaten Sumenep dikaruniai potensi sumber daya alam yang sangat besar dengan potensi wilayah lahan pertanian seluas 103 ribu hektare lebih, dengan komoditas unggulan berupa padi, jagung, kacang hijau, cabai merah besar, bawang merah, tomat, mentimun dan ternak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid, mengatakan arahan Bupati menjadi pedoman bagi jajarannya dalam memastikan sektor pertanian tetap produktif di tengah tantangan musim kemarau.

“Apa yang disampaikan Bupati menjadi perhatian kami. Alhamdulillah, bagi masyarakat Madura khususnya Sumenep, dua musim yang kita miliki, yaitu musim hujan dan musim kemarau, sama-sama menjadi berkah bagi para petani,” ujarnya.

Ia menjelaskan, DKPP terus mengoptimalkan berbagai program mulai dari pengeboran sumber air, pemeliharaan jaringan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian di lapangan.

“Setiap hari para penyuluh melakukan pendampingan kepada petani mulai dari olah tanah, budidaya, edukasi, dukungan sarana berupa alsintan hingga infrastruktur keirigasian. Semua terus kami lakukan agar petani tetap produktif,” jelasnya.

Selain menjaga produktivitas tanaman pangan, pemerintah daerah juga melihat musim kemarau sebagai peluang bagi petani perkebunan, khususnya tembakau. Menurutnya, kondisi cuaca yang mendukung akan berpengaruh terhadap kualitas hasil panen sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan para petani, Pemkab Sumenep berharap musim kemarau tahun ini tidak hanya mampu dilalui dengan baik, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau musim kemarau bagus, harapannya kualitas tembakau juga bagus dan harganya semakin stabil. Jadi musim kemarau pun menjadi peluang peningkatan pendapatan bagi petani,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *