Sampang, locusjatim.com — Pencarian terhadap Jumail (57), nelayan asal Dusun Tengah, Desa Mandingan, Kecamatan Sampang, akhirnya berujung duka. Setelah dua hari dinyatakan hilang akibat terjatuh dari kapal di perairan Pulau Mandangin, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (18/5/2026).
Jumail ditemukan sekitar pukul 12.45 WIB di aliran Sungai Majungan, Kecamatan Sreseh. Lokasi penemuan tersebut berjarak kurang lebih 14 kilometer dari titik awal kejadian kecelakaan laut.
Penemuan korban bermula dari laporan seorang pemancing yang melihat sesosok jenazah mengapung di sekitar sungai. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Tim SAR gabungan yang sejak hari pertama melakukan pencarian di wilayah perairan dan pesisir.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Muhammad Hosin, mengatakan laporan warga menjadi titik awal ditemukannya korban.
“Pada pukul 12.00 WIB kami menerima informasi dari pemancing terkait adanya penemuan jenazah di daerah Sungai Majungan, Kecamatan Sreseh. Setelah mendapatkan laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan evakuasi,” ujarnya.
Setelah dilakukan evakuasi dan identifikasi, jenazah tersebut dipastikan adalah Jumail yang sebelumnya dilaporkan hilang di laut.
“Korban berhasil dievakuasi pada pukul 12.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Kabupaten Sampang untuk penanganan lebih lanjut,” terangnya.
Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Sampang, Sat Polairud Polres Sampang, Basarnas Pos SAR Sumenep, TNI AL, hingga relawan dari AGISENA BPBD Jawa Timur dan PMI Sampang. Dua unit perahu karet juga dikerahkan untuk mempercepat penyisiran di perairan.
Selama dua hari pencarian, kondisi cuaca yang relatif cerah membantu tim dalam memperluas area penyisiran, termasuk hingga ke muara sungai.
Usai korban ditemukan, Operasi SAR resmi dihentikan. Sekitar pukul 13.30 WIB, tim gabungan melakukan evaluasi akhir sebelum kembali ke kesatuan masing-masing.






