Sampang,locusjatim.com — Kebangkitan musik lokal di Sampang mulai menemukan momentumnya. Melalui gelaran “Reuni Musisi Lintas Generasi se-Madura – Parade Band Legend Madura”, semangat yang sempat redup kini kembali menyala, dipantik oleh kehadiran para musisi lawas yang pernah berjaya di eranya.
Acara yang diinisiasi Komunitas Band Sampang (KBS) ini menghadirkan 15 band legendaris dari berbagai daerah di Madura—Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep. Mereka tampil bergantian di satu panggung, menyuguhkan warna musik lintas generasi yang menghidupkan kembali gairah bermusik di tengah masyarakat.
Tak sekadar nostalgia, reuni ini menjadi ruang pertemuan antara pengalaman dan inovasi. Musisi senior membawa idealisme dan karakter kuat dalam bermusik, sementara generasi muda hadir dengan pendekatan kreatif berbasis digital.
Puncak antusiasme penonton terlihat saat grup rock legendaris asal Sumenep, Saltis, tampil membawakan lagu “Sadar” yang sempat populer di era 1990-an. Penampilan Encung Hariyadi dkk sukses menghidupkan kembali memori kolektif sekaligus membangun energi baru di panggung musik lokal.
Pembina KBS, Rudi Setiadi, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar hiburan.
“Dan kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wadah peningkatan bakat, kreativitas, dan penyaluran aspirasi seni bagi generasi muda serta bisa menjadi rauang positif atau tempat peningkatan kemampuan bagi anak-anak muda,” ujarnya.
Ia juga menyebut, gelaran tersebut menjadi jawaban atas kerinduan panjang para musisi terhadap hidupnya kembali ekosistem musik di Sampang.
“Ada kerinduan terhadap ekosistem musik di Sampang yang sudah lama hilang. Acara kemarin menjadi obat rindu bagi teman-teman musisi,” ungkapnya.
Rudi berharap, momentum ini dapat ditangkap pemerintah daerah untuk kembali membuka ruang kreatif bagi generasi muda agar ekosistem musik bisa terus berkembang secara berkelanjutan.
“Kami berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat kembali menghadirkan ruang kreatif dan kegiatan seni bagi generasi muda.”paparnya
Sementara itu, Muhammad Ilyas, Manajer KOPI The Legend asal Sumenep, menilai pertemuan lintas generasi ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan kekuatan lama dan baru di dunia musik Madura.
“Perlu diketahui bahwa antara generasi sekarang dengan masa dulu tidak sama karena generasi senior atau dulu kuat di idealisme dan genre musiknya, sementara generasi muda kuat di inovasi dan digitalisasi. Dan ini perlu keduanya dipertemukan,” ujarnya.






