Sampang, locusjatim.com – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMP yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang menghadirkan kejutan membanggakan. Sejumlah siswa dari sekolah di wilayah pelosok dan kepulauan justru tampil menonjol hingga berhasil meraih prestasi terbaik dalam ajang tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di GOR Indoor Sampang, Senin (11/05/2026), itu diikuti perwakilan siswa SMP dari 14 kecamatan se-Kabupaten Sampang. FLS3N menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan di bidang seni dan sastra sekaligus membangun karakter generasi muda yang kreatif.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nor Alam mengatakan, FLS3N merupakan agenda tahunan yang bertujuan menggali potensi siswa sejak dini, baik di tingkat SD maupun SMP.
“Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya,” ujar Nor Alam saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang bagi siswa untuk berekspresi dan mengembangkan bakat seni yang dimiliki. Para pemenang nantinya akan mendapatkan trofi, sertifikat, serta uang pembinaan sebelum melaju ke tingkat Provinsi Jawa Timur.
Nor Alam menegaskan, Disdik Sampang memiliki komitmen untuk terus membina talenta muda di bidang seni dan sastra agar mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
“Intinya, kami Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, memiliki komitmen kuat untuk terus menggali dan membina talenta-talenta muda di bidang seni dan sastra sejak dini, mulai dari jenjang SD dan SMP, serta menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya, membangun karakter generasi muda yang kreatif, berprestasi, dan berdaya saing,” tambahnya.
Menurutnya, pelaksanaan FLS3N tahun ini terasa istimewa karena banyak juara justru berasal dari sekolah di luar pusat kota, seperti wilayah Mandangin dan Kecamatan Sreseh. Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kualitas siswa di daerah pelosok mulai berkembang dan mampu bersaing.
“Sementara di tahun ini yang membuat saya merasa bangga peraih juara malah banyak dari sekolah luar kota atau pinggiran seperti juara satu SMP Mandangin dan Kecamatan Sreseh, dan ini merupakan bahwa disekolah-sekolah per kecamatan sudah mulai bersaing untuk menjadi sekolah terbaik bukan sekolah perkotaan aja ini sangat luar biasa dan harapan kami mimang seperti itu,” ucapnya.










