BeritaHeadline

KAI Daop 9 Jember Rutin Periksa Geometri Rel dengan Kereta Ukur Canggih demi Keselamatan Perjalanan

0
×

KAI Daop 9 Jember Rutin Periksa Geometri Rel dengan Kereta Ukur Canggih demi Keselamatan Perjalanan

Sebarkan artikel ini
KAI Daop 9 Jember Rutin Periksa Geometri Rel dengan Kereta Ukur Canggih demi Keselamatan Perjalanan
Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 Jember. Foto: Rio/locusjatim.com

Jember, locusjatim.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api melalui pemeriksaan rutin geometri jalan rel menggunakan armada Kereta Ukur Jalan Rel (KUJR) berteknologi tinggi.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi rel tetap memenuhi standar Track Quality Index (TQI), yakni parameter deviasi yang menjadi acuan kualitas jalan rel di Indonesia.

Infrastruktur rel yang terdiri dari konstruksi baja dan beton tersebut memiliki peran vital dalam mengarahkan laju kereta api sehingga harus selalu berada dalam kondisi optimal.

Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro menjelaskan, penggunaan Kereta Ukur Jalan Rel memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara akurat tanpa mengganggu perjalanan kereta reguler.

“Keselamatan adalah harga mati bagi KAI. Melalui Kereta Ukur ini, kami dapat mengevaluasi kondisi lintasan secara objektif, mulai dari Lebar Sepur (jarak antar rel), Angkatan (ketinggian vertikal), hingga Listringan (kelurusan horizontal). Data ini sangat penting bagi tim prasarana untuk melakukan perawatan yang presisi di titik-titik yang memerlukan perbaikan,” ujarnya pada wartawan, Selasa (12/05/2026).

Cahyo juga mengatakan, untuk menjaga kualitas lintas di wilayah kerja Daop 9 Jember, KAI mengoperasikan sejumlah armada kereta ukur dengan teknologi dan fungsi berbeda.

“Salah satunya adalah KUJR EM-120 Nomor 7190 “Arjuna”, armada terbaru buatan tahun 2022 yang memiliki penggerak sendiri dan menggunakan teknologi laser optical contact. Kereta ini mampu mengukur geometri jalan rel, tingkat keausan rel, hingga kondisi listrik aliran atas dengan tingkat akurasi tinggi,” ungkapnya.

“Selain itu, terdapat KUJR EM-120 Nomor 109 “Bratasena” buatan tahun 1995 yang masih mengandalkan sistem pengukuran mekanik menggunakan troli untuk memantau parameter geometri rel,” sambungnya.

Lanjut Cahyo, KAI juga masih mengoperasikan KUJR HKPW U-76501 “Yudistira”, sarana legendaris buatan tahun 1976 yang dimodifikasi pada 2007. Kereta ukur ini dijalankan dengan ditarik lokomotif untuk memantau kondisi teknis jalur rel.

Tak hanya mengandalkan kereta ukur, KAI turut memanfaatkan Accelerometer Portable, sensor canggih yang mampu mendeteksi perubahan percepatan pada sumbu x, y, dan z guna memantau kualitas guncangan kereta saat melintas.

“Pemeriksaan Jalur Dilakukan Ketat Di wilayah PT Kereta Api Indonesia, pemeriksaan dilakukan di sepanjang lintasan dari Pasuruan hingga Banyuwangi dengan total panjang mencapai 261,103 Kilometer Sepur (Kmsp),” ujarnya.

Sejumlah parameter teknis seperti Pertinggian rel di tikungan hingga Skilu atau perbedaan tinggi rel dalam jarak pendek dipantau secara detail agar tidak melebihi batas toleransi yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api.

Cahyo mmengatakan, pemeriksaan geometri jalan rel dilakukan rutin setiap tiga bulan sekali. Sepanjang tahun 2025, Daop 9 Jember telah melaksanakan empat kali pemeriksaan, sedangkan pada tahun 2026 sudah dilakukan dua kali pemeriksaan.

“Hasil dari pemantauan ini memungkinkan kami melakukan perawatan preventif. Dengan mendeteksi gejala kerusakan lebih awal, kita bisa meminimalisir risiko gangguan perjalanan, sehingga masyarakat yang menggunakan jasa kereta api di wilayah Daop 9 Jember dapat sampai di tujuan dengan selamat, aman, dan tepat waktu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *