Surabaya,locusjatim.com — Pemusnahan puluhan kilogram kokain oleh Polda Jawa Timur tak hanya menutup satu kasus, tetapi juga membuka perhatian baru aparat terhadap wilayah yang sebelumnya jarang tersentuh isu narkotika: pesisir Sumenep.
Sebanyak 22,226 kilogram kokain dimusnahkan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim di Mapolda, Senin (4/5/2026). Barang bukti ini berasal dari temuan di kawasan pantai Kabupaten Sumenep.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyebut, kemunculan kokain dalam jumlah besar di wilayah tersebut menjadi sinyal penting bagi aparat untuk mengubah pola pemetaan kerawanan.
“Temuan ini menjadi peringatan bagi kita semua, bahwa daerah yang terlihat rendah kasus justru bisa dimanfaatkan sebagai jalur masuk narkoba dari luar negeri,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini fokus pengungkapan masih didominasi kawasan perkotaan. Surabaya tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi, diikuti Malang dan Sidoarjo. Namun, temuan di Sumenep menunjukkan adanya potensi pergeseran jalur distribusi, khususnya melalui wilayah pesisir.
Sepanjang 2026, jajaran Polda Jatim telah menangani ribuan kasus narkotika dengan ribuan tersangka. Barang bukti yang diamankan pun beragam, mulai dari sabu, ganja, hingga pil ekstasi. Di antara semua itu, kokain menjadi perhatian khusus karena jarang ditemukan dalam jumlah besar.
“Untuk kokain sendiri, jumlahnya mencapai 22,22 kilogram. Ini merupakan temuan yang sangat jarang dan menjadi perhatian serius, karena jenis ini tergolong mahal dan tidak umum beredar di wilayah kita,” kata Irjen Nanang.
Ia menjelaskan, barang bukti tersebut awalnya ditemukan dengan berat lebih besar sebelum melalui proses pembersihan hingga tersisa 22,226 kilogram. Seluruh sampel kemudian diuji di laboratorium forensik untuk memastikan kandungannya.
“Hasil uji laboratorium forensik memastikan seluruh sampel positif mengandung kokain,” ungkapnya.
Pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan barang bukti, sekaligus memastikan tidak ada celah penyalahgunaan. Proses ini turut disaksikan sejumlah instansi terkait.
Kapolda juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membantu aparat. Ia mengapresiasi laporan warga yang menjadi awal pengungkapan kasus tersebut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus waspada. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada aparat terdekat. Ini adalah bentuk sinergi kita bersama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba,” ujarnya.
Dengan mencuatnya kasus ini, wilayah pesisir kini mulai masuk dalam radar pengawasan lebih ketat. Aparat menilai jalur laut berpotensi dimanfaatkan sebagai pintu masuk baru peredaran narkotika lintas negara.
“Kami tegaskan, tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di Jawa Timur. Bersama-sama kita lawan narkoba demi masa depan generasi muda,” pungkasnya. (*)






