Berita

BEM Nusantara Jatim Dorong Skema Layer 3 untuk Industri Rokok Lokal

874
×

BEM Nusantara Jatim Dorong Skema Layer 3 untuk Industri Rokok Lokal

Sebarkan artikel ini

Pamekasan,locusjatim.com – Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) ke-26 BEM Nusantara Jawa Timur yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menjadi forum strategis dalam membahas penguatan industri rokok lokal dan kesejahteraan petani tembakau. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah dorongan penerapan skema Layer 3 (Cukai UMKM) sebagai langkah modernisasi sektor industri tembakau nasional.

Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Deni Oktaviano Pratama, menegaskan bahwa kebijakan Layer 3 merupakan upaya konkret untuk menciptakan sistem industri yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan.“Penerapan Layer 3 bukan sekadar kebijakan fiskal, tetapi bagian dari transformasi industri tembakau agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Ini juga menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau sebagai aktor utama dalam rantai produksi,” ujar Deni dalam forum RAPIMDA.

Menurutnya, petani tembakau memegang peran vital sebagai penyedia bahan baku utama. Karena itu, diperlukan dukungan yang terintegrasi, mulai dari pembinaan, peningkatan kapasitas, hingga perluasan akses pasar.“Petani tidak boleh hanya diposisikan sebagai produsen. Mereka harus menjadi bagian dari ekosistem industri yang modern, dengan akses informasi, teknologi, dan pasar yang memadai,” tambahnya.

Penerapan Layer 3 dinilai mampu menghadirkan sistem pengelolaan berbasis data yang lebih terstruktur. Dengan sistem tersebut, rantai pasok dapat berjalan lebih efisien, pengawasan mutu produk meningkat, serta transparansi dalam perdagangan tembakau dapat terjaga.

Selain itu, berbagai program pendampingan dan pelatihan terus didorong untuk memastikan kesiapan petani dalam mengadopsi inovasi tersebut.“Sinergi antara pelaku industri, pemerintah, dan komunitas petani menjadi kunci. Tanpa kolaborasi yang kuat, implementasi kebijakan ini tidak akan optimal,” jelas Deni.

Lebih jauh, Layer 3 diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani tembakau. Hal ini sejalan dengan upaya mendorong industri rokok lokal yang inklusif dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika pasar nasional.

Sebagai pendekatan sistemik, Layer 3 mengintegrasikan kebijakan, teknologi, dan pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah dalam rantai pasok industri tembakau. Dengan tata kelola yang lebih modern dan berkelanjutan, kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *