Berita

Sebelum Tanam Mangrove, JMSI dan DLH Sumenep Bersihkan Pantai Matahari

916
×

Sebelum Tanam Mangrove, JMSI dan DLH Sumenep Bersihkan Pantai Matahari

Sebarkan artikel ini
Pantai matahari
Petugas DLH saat bersihkan pantai matahari. Foto: locusjatim.com

Sumenep, locusjatim.com Upaya menjaga kelestarian kawasan pesisir di Sumenep diawali dari hal sederhana, yakni memastikan lingkungan wisata tetap bersih. Sehari sebelum agenda penanaman mangrove, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep menggelar aksi bersih-bersih di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kamis (27 Agustus 2026).

Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peduli lingkungan yang akan dilanjutkan dengan penanaman mangrove pada Jumat (28 Agustus 2026).

Dalam kegiatan itu, JMSI dan DLH Sumenep tidak bergerak sendiri. Pemerintah Desa Lobuk, pengelola wisata serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) turut terlibat membersihkan kawasan yang menjadi salah satu ruang rekreasi masyarakat tersebut.

Sampah yang ditemukan di sekitar kawasan wisata dikumpulkan bersama. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan destinasi wisata bukan hanya tugas pengelola, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Ketua JMSI Sumenep, Supanji, mengatakan aksi bersih-bersih tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian yang lebih luas terhadap lingkungan pesisir.

“Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin mengajak berbagai pihak ikut bergerak agar Pantai Matahari tetap bersih, sehat dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung,” ujarnya.

Menurut Supanji, kegiatan menjaga kebersihan kawasan wisata perlu dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, JMSI juga meminta dukungan DLH Sumenep berupa armada pengangkut sampah, sarana kebersihan serta petugas pendamping.

Dukungan tersebut dibutuhkan agar sampah yang telah dikumpulkan dapat segera diangkut dan tidak kembali menumpuk di kawasan Pantai Matahari.

“Harapan kami, ini tidak berhenti pada satu aksi. Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan harus terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama,” katanya.

Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, mengapresiasi langkah JMSI dan Pemerintah Desa Lobuk yang ikut menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan kawasan wisata.

Ia menilai aksi tersebut memiliki manfaat ganda, yakni menjaga keberlangsungan lingkungan sekaligus menciptakan kawasan wisata yang lebih nyaman bagi masyarakat dan wisatawan.

“Insya Allah kegiatan positif seperti bersih-bersih kawasan wisata akan kami dukung. Kami siap mengutus petugas dan menyediakan armada yang dibutuhkan,” tegasnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih maupun penanaman mangrove. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk menjaga kawasan pesisir secara konsisten.

Setelah kawasan Pantai Matahari dibersihkan, rangkaian kegiatan peduli lingkungan akan berlanjut pada Jumat (28 Agustus 2026) melalui penanaman mangrove.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kesadaran bahwa keberadaan destinasi wisata yang menarik harus berjalan beriringan dengan lingkungan yang bersih dan terawat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *