Berita

Tangan Jahil Rusak Taman Kampong Arab, Aktivis Lingkungan Desak Pelaku Diproses Hukum

902
×

Tangan Jahil Rusak Taman Kampong Arab, Aktivis Lingkungan Desak Pelaku Diproses Hukum

Sebarkan artikel ini
Tangan Jahil Rusak Taman Kampong Arab, Aktivis Lingkungan Desak Pelaku Diproses Hukum
Taman Kampong Arab Sumenep. Foto: Istimewa

Sumenep, locusjatim.com Aksi perusakan fasilitas umum kembali mencoreng wajah Kota Sumenep. Kali ini, salah satu tempat duduk di Taman Kampong Arab dilaporkan mengalami kerusakan akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kerusakan tersebut diduga terjadi setelah besi penyangga pada bagian tengah bangku taman hilang. Akibatnya, fasilitas yang selama ini digunakan masyarakat untuk bersantai dan menikmati suasana taman menjadi tidak nyaman, bahkan berpotensi membahayakan pengunjung.

Padahal, Taman Kampong Arab merupakan salah satu ruang publik yang lahir dari proses penataan kawasan yang tidak mudah. Lokasi tersebut sebelumnya dikenal sebagai area pembuangan sampah yang kumuh dan kurang terawat, sebelum akhirnya disulap menjadi taman yang bersih dan indah untuk dimanfaatkan masyarakat luas.

Namun, keberadaan fasilitas yang dibangun untuk kepentingan bersama itu justru menjadi sasaran tangan-tangan jahil yang diduga sengaja merusaknya. Kondisi tersebut memantik keprihatinan berbagai kalangan, termasuk pegiat lingkungan di Kabupaten Sumenep.

Aktivis Lingkungan Sumenep, Zainur Rosy, mengecam keras tindakan tersebut. Menurutnya, perusakan fasilitas publik merupakan bentuk ketidakpedulian terhadap upaya bersama dalam menjaga lingkungan dan aset yang telah dibangun dengan biaya serta kerja keras yang tidak sedikit.

“Kalau perlu kita laporkan ke pihak berwajib,” tegas Zainur Rosy, Minggu (21/6/2026).

Ia menilai pelaku perusakan fasilitas umum perlu diberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terus berulang. Selain itu, Zainur juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga fasilitas yang telah tersedia serta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aksi vandalisme maupun pencurian yang merugikan kepentingan publik.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam merawat dan menjaga setiap fasilitas yang telah disediakan. Sebab, apabila tindakan semacam ini terus dibiarkan, berbagai sarana yang telah dibangun dengan susah payah dikhawatirkan akan kembali rusak dan kehilangan manfaat bagi warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *