Advertorial

Antusias Warga Bondowoso Ikut KB MOW Tinggi, Pendaftar Tembus 300 Orang Meski Kuota Terbatas

671
×

Antusias Warga Bondowoso Ikut KB MOW Tinggi, Pendaftar Tembus 300 Orang Meski Kuota Terbatas

Sebarkan artikel ini
Antusias Warga Bondowoso Ikut KB MOW Tinggi, Pendaftar Tembus 300 Orang Meski Kuota Terbatas
Wabup Bondowoso saat tinjau pelaksanaan KB MOW di RSUD dr Koesnadi. Foto: Istimewa

Bondowoso, locusjatim.com Tingginya kesadaran masyarakat terhadap perencanaan keluarga terlihat dalam pelaksanaan Bakti Sosial Pelayanan Keluarga Berencana Metode Operasi Wanita (KB MOW) Tahun 2026 di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso. Dari kuota yang tersedia sebanyak 82 peserta, jumlah masyarakat yang berminat mengikuti program tersebut mencapai sekitar 300 orang.

Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat Bondowoso terhadap pentingnya pengaturan kelahiran dan kesehatan keluarga. Program MOW yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu layanan yang banyak diminati pasangan usia subur yang telah merasa cukup memiliki anak.

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, saat meninjau langsung pelaksanaan kegiatan, menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat menjadi indikator positif terhadap keberhasilan edukasi keluarga berencana di Bondowoso.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga demi mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Bondowoso, M. Imron, menjelaskan bahwa keterbatasan kuota membuat tidak seluruh pendaftar dapat langsung terlayani pada kegiatan tahun ini.

“Awalnya Bondowoso mendapatkan target 70 akseptor, kemudian mendapat tambahan kuota dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sehingga menjadi 82 peserta. Namun peminatnya mencapai sekitar 300 orang,” jelasnya.

Ia mengatakan, seluruh peserta yang mengikuti pelayanan MOW telah melalui proses pemeriksaan kesehatan di 25 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Bondowoso. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan peserta memenuhi persyaratan medis sebelum menjalani tindakan.

“Peserta harus berada pada usia reproduktif dan memenuhi syarat kesehatan agar tindakan dapat dilakukan dengan aman,” katanya.

Menurutnya, MOW menjadi salah satu pilihan kontrasepsi jangka panjang bagi pasangan yang sudah tidak merencanakan penambahan anak. Selain membantu menjaga kesehatan ibu, program tersebut juga mendukung peningkatan kualitas keluarga dan pengendalian pertumbuhan penduduk.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan masyarakat yang belum mendapatkan layanan dalam program bakti sosial tetap memiliki kesempatan memperoleh pelayanan KB melalui program APBD serta kerja sama dengan fasilitas kesehatan. Selain MOW, Pemkab Bondowoso juga menyiapkan layanan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi dengan target 10 peserta. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *