Jember,locusjatim.com– Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember mulai memanaskan mesin persiapan menuju akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) tahun 2027.
Meski proses penilaian masih berlangsung tahun depan, langkah awal sudah dilakukan dengan memetakan seluruh kebutuhan data dan dokumen pendukung sejak sekarang.
Persiapan tersebut ditandai dengan rapat perdana Tim Akreditasi KPI yang digelar di Aula Lantai 2 Fakultas Dakwah, Rabu (20/05/2026), dipimpin langsung Koordinator Program Studi KPI, Ahmad Hayyan Najikh.
Dalam rapat itu, tim tidak hanya membahas pembagian tugas penyusunan dokumen, tetapi juga mengurai secara rinci berbagai komponen yang akan menjadi penilaian dalam akreditasi LAMSPAK. Total terdapat 43 tabel instrumen yang harus dipenuhi sebagai bagian dari evaluasi mutu program studi.
Najikh menjelaskan bahwa LAMSPAK merupakan lembaga independen yang secara khusus melakukan penjaminan mutu untuk program studi rumpun ilmu sosial, politik, administrasi, dan komunikasi. Karena itu, instrumen penilaiannya memiliki karakteristik berbeda dibandingkan akreditasi yang selama ini dilakukan oleh BAN-PT.
“Kalau BAN-PT menangani akreditasi institusi maupun program studi secara umum, LAMSPAK fokus pada program studi di bidang sosial, politik, administrasi, dan komunikasi dengan instrumen yang lebih spesifik sesuai karakter keilmuan,” jelasnya.
Menurut Najikh, target pengajuan dokumen akreditasi dijadwalkan pada Agustus atau September 2026. Sementara hasil penilaian dan surat keputusan akreditasi diperkirakan baru diterbitkan pada 2027. Oleh karena itu, seluruh tahapan persiapan harus dilakukan lebih awal agar setiap data yang dibutuhkan dapat tersedia secara lengkap dan terukur.
Dalam rapat tersebut, tim akreditasi membagi tanggung jawab penyusunan dokumen ke sejumlah bidang, mulai dari kemahasiswaan, alumni, tata kelola, kerja sama, sumber daya manusia, keuangan, sarana prasarana, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kurikulum dan proses pembelajaran.
Sejumlah indikator yang menjadi perhatian antara lain capaian akademik mahasiswa, indeks prestasi kumulatif lulusan, prestasi mahasiswa, masa studi, tingkat ketepatan waktu kelulusan, waktu tunggu memperoleh pekerjaan, kesesuaian bidang kerja alumni, hingga tingkat kepuasan pengguna lulusan.
Tak hanya itu, aspek sumber daya manusia juga menjadi fokus penting. Data terkait jumlah dosen tetap dan tidak tetap, rasio dosen terhadap mahasiswa, produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan tenaga kependidikan akan menjadi bagian dari penilaian.
Sementara pada sektor akademik, tim mulai menyiapkan data kurikulum, bahan ajar, implementasi pembelajaran di luar program studi, serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian.
Fasilitas penunjang pembelajaran pun tidak luput dari perhatian. Ruang laboratorium, ruang kuliah, ruang kerja dosen, perpustakaan, hingga berbagai sarana akademik lainnya masuk dalam komponen yang akan dievaluasi oleh asesor.(*)






