Jember, locusjatim.com – Pelantikan 37 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember tidak hanya menjadi momentum pengangkatan aparatur negara, tetapi juga penegasan pentingnya integritas sebagai modal utama dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Pesan tersebut disampaikan Rektor UIN KHAS Jember, Prof Hepni, saat mengikuti pelantikan ASN Kementerian Agama secara serentak yang dipimpin Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Kegiatan berlangsung secara hybrid melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat BEC lantai 2 UIN KHAS Jember dan terhubung dengan pusat kegiatan di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama RI, Jakarta.
Dalam arahannya, Prof Hepni menegaskan bahwa ASN yang berada di bawah naungan Kementerian Agama memikul tanggung jawab lebih besar karena tidak hanya bekerja sebagai birokrat, tetapi juga menjadi representasi nilai-nilai moral dan keagamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, integritas merupakan pondasi yang tidak bisa ditawar dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah, kata dia, lahir dari perilaku dan komitmen ASN dalam menjalankan amanah secara jujur dan bertanggung jawab.
“Kepercayaan publik hanya dapat dibangun ketika aparatur memiliki integritas yang kuat dalam setiap tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Prof Hepni, Kamis (21/05/2026) kemarin.
Selain itu, ia mendorong para ASN yang baru dilantik untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sesuai bidang kerja masing-masing. Kehadiran ASN baru diharapkan mampu menghadirkan gagasan segar yang dapat mempercepat kemajuan lembaga.
Prof Hepni menilai kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan agar institusi mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks. Karena itu, ASN tidak cukup hanya bekerja sesuai rutinitas, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan terobosan yang bermanfaat bagi organisasi.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap tugas yang diemban ASN memiliki dimensi pertanggungjawaban yang luas. Tidak hanya kepada pimpinan dan institusi, tetapi juga kepada masyarakat serta Tuhan Yang Maha Esa.
Menutup sambutannya, Prof Hepni menegaskan pentingnya keteladanan dalam diri setiap ASN Kementerian Agama. ASN diharapkan mampu menjadi figur yang memberikan contoh positif, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Semoga seluruh ASN yang dilantik mampu menjalankan amanah dengan profesional, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi,” katanya.
Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa keberhasilan menjadi ASN Kementerian Agama merupakan hasil dari proses panjang yang tidak lepas dari perjuangan pribadi dan doa keluarga.
Ia meminta seluruh ASN baru untuk memegang teguh nilai-nilai Ber-AKHLAK sebagai pedoman dalam bekerja.
Menurutnya, ASN Kementerian Agama harus menjaga perilaku dan etika karena masyarakat menaruh ekspektasi tinggi terhadap institusi yang identik dengan nilai-nilai keagamaan.
“Menjadi ASN Kementerian Agama adalah amanah besar. Karena itu, jagalah komitmen dan konsistensi dalam bekerja. Sedikit saja penyimpangan akan mudah terlihat dan dapat mengurangi kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.(*)






