Berita

PCNU Sumenep Dorong LDNU Kuasai Ruang Dakwah Digital

913
×

PCNU Sumenep Dorong LDNU Kuasai Ruang Dakwah Digital

Sebarkan artikel ini
Halal Bihalal Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama
Halal Bihalal Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep. Foto: Istimewa

Sumenep, locusjatim.com Arus digital yang kian deras menjadi perhatian serius Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. Melalui momentum Halal Bihalal Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), organisasi ini menegaskan pentingnya memperkuat dakwah moderat agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Kegiatan yang digelar Kamis (02/04/2026) itu tak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Lebaran, melainkan forum konsolidasi untuk merumuskan langkah strategis dakwah ke depan. PCNU melihat, tantangan dakwah kini tak hanya hadir di mimbar-mimbar keagamaan, tetapi juga di ruang digital yang kian bebas dan dinamis.

Sekretaris PCNU Sumenep, Dr. H. Damanhuri, menegaskan bahwa silaturahmi memiliki makna lebih dari sekadar tradisi.

“Silaturrahim bukan sekadar tradisi. Silaturrahim adalah sunnah Nabi, perintah agama, dan cara kita memperkuat ukhuwah,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan dakwah Nahdlatul Ulama terletak pada soliditas antar kader dan konsistensi dalam membawa nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat dan menyejukkan. Dalam konteks ini, LDNU dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Lembaga Dakwah adalah ujung tombak PCNU yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, baik di desa, kota, maupun ruang digital,” tegasnya.

PCNU menekankan, pendekatan dakwah yang diusung NU tidak boleh keluar dari prinsip wasathiyyah—yakni jalan tengah yang mengedepankan kesejukan dan persatuan.

“Dakwah NU bukan dakwah yang memecah-belah atau menebar kebencian, tetapi dakwah yang merangkul dan menyejukkan,” ungkapnya.

Lebih jauh, PCNU mengingatkan bahwa ruang digital kini menjadi medan penting yang tidak boleh diabaikan. Tanpa kehadiran konten keislaman yang moderat, ruang tersebut berpotensi dipenuhi narasi yang bertentangan dengan nilai-nilai Aswaja.

“Jika kita tidak hadir di ruang digital, maka ruang itu akan diisi oleh konten yang tidak selaras dengan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” katanya.

Selain tantangan digitalisasi, dunia dakwah juga dihadapkan pada dinamika sosial-politik serta kebutuhan regenerasi dai. Karena itu, LDNU didorong untuk terus beradaptasi melalui penguatan kapasitas, pelatihan berkelanjutan, dan perluasan kolaborasi lintas sektor.

Sebagai bentuk keseriusan, PCNU Sumenep memastikan dukungan penuh terhadap LDNU, baik dari sisi program maupun operasional. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga efektivitas gerakan dakwah di semua lini.

Menutup pernyataannya, PCNU berharap forum Halal Bihalal ini mampu menjadi titik tolak penguatan visi bersama.

“Forum ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang membangun visi bersama dan memperkuat barisan dakwah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *