Berita

Salat Zuhur di Masjid, Mobil Jemaah Jadi Sasaran Maling di Jember

347
×

Salat Zuhur di Masjid, Mobil Jemaah Jadi Sasaran Maling di Jember

Share this article
Pencurian di Jember
Polres Jember saat olah TKP terkait Pencurian. Foto: Istimewa

JEMBER, locusjatim.com – Aksi pencurian bermodus pecah kaca mobil menyasar kendaraan milik seorang jemaah yang sedang menunaikan salat Zuhur di Masjid Al Ikhlas, Jalan Bondowoso–Jember, Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Jember, Selasa (27/10/2026). Pelaku membawa kabur laptop dan dua tas milik korban dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp11 juta.

Korban berinisial A (30), warga Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, baru mengetahui mobil Daihatsu Terios bernomor polisi B 1804 DZU miliknya dibobol setelah selesai melaksanakan salat Zuhur berjamaah. Saat kembali ke kendaraan, ia mendapati kaca pintu sebelah kiri pecah dan sejumlah barang di bagian depan mobil telah hilang.

Ironisnya, korban mengaku sempat mendengar suara kaca pecah ketika berada di dalam masjid. Namun, suara tersebut terdengar samar karena lokasi masjid berdekatan dengan jalan raya. Ia pun tidak menyadari mobilnya sedang menjadi sasaran pencurian.

“Saat salat, saya mendengar suara kaca pecah, tetapi samar karena masjid dekat jalan raya. Setelah salat selesai, saya mengecek mobil dan ternyata kacanya sudah dipecah, sementara tas dan laptop saya hilang,” ungkap A saat ditemui sejumlah wartawan di lokasi kejadian.

Sebelum kejadian, korban sedang dalam perjalanan menuju Kecamatan Sukowono untuk memantau produksi jagung. Di tengah perjalanan, ia memutuskan singgah di Masjid Al Ikhlas untuk menunaikan salat Zuhur. Sebelumnya, korban sempat berhenti di gerai Indomaret kawasan Baratan untuk membeli kopi.

Barang yang hilang terdiri atas dua tas dan satu laptop merek Lenovo. Salah satu tas dalam keadaan kosong, sedangkan tas lainnya berisi laptop beserta perlengkapan, termasuk pengisi daya dan tetikus atau mouse. Korban memperkirakan nilai kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp11 juta.

A mengaku tidak mencurigai siapa pun selama perjalanan. Ia juga menyebut baru pertama kali menunaikan salat di masjid tersebut. Padahal, mobil yang dikendarainya telah dilengkapi alarm, tetapi perangkat keamanan itu tidak terdengar berbunyi ketika kaca dipecahkan.

“Tidak ada kecurigaan sama sekali. Saya juga baru pertama kali salat di masjid itu. Padahal, mobil sudah dilengkapi alarm, tetapi saat kacanya dipecahkan, alarm tidak berbunyi,” katanya.

Setelah mengetahui barang-barangnya hilang, korban meminta bantuan pengurus masjid untuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV. Dari rekaman tersebut, terlihat dua orang yang diduga terlibat dalam pencurian datang menggunakan sepeda motor.

Keduanya diduga membawa barang-barang milik korban setelah membobol kendaraan. Rekaman CCTV itu kini menjadi salah satu petunjuk awal bagi polisi untuk mengidentifikasi orang-orang yang terekam kamera pengawas.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo, membenarkan pihaknya telah menerima informasi mengenai dugaan pencurian dengan pemberatan tersebut.

“Pada Selasa, 27 Oktober 2026, kami menerima informasi dari masyarakat mengenai kejadian pecah kaca mobil di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa. Saat kejadian, korban sedang melaksanakan salat Zuhur. Setelah diperiksa, barang-barang di bagian depan mobil sudah tidak ada,” jelas Andry.

Menurut dia, polisi masih mendalami dugaan keterlibatan dua orang yang terekam CCTV. Petugas telah melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri barang bukti yang tersedia untuk mengungkap identitas pelaku.

“Kami melakukan penyelidikan dengan memeriksa TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan menelusuri barang bukti yang ada untuk mengidentifikasi pelaku. Setelah itu, kami akan melakukan pengejaran,” tegasnya.

Andry menambahkan, pencurian bermodus pecah kaca mobil bukan kali pertama terjadi di wilayah hukum Polres Jember. Sejumlah kejadian serupa sebelumnya pernah ditangani kepolisian, dan sebagian pelakunya telah teridentifikasi.

Meski demikian, polisi belum memastikan identitas maupun keterlibatan pihak tertentu dalam kasus di halaman Masjid Al Ikhlas tersebut.

“Di wilayah hukum Jember, kejadian dengan modus yang sama bukan yang pertama kali. Ada beberapa kejadian sebelumnya dan sebagian pelakunya sudah teridentifikasi. Namun, untuk kasus ini, kami masih melakukan pendalaman dan pelacakan terhadap pelaku,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *