BeritaHeadline

Dari Pesantren Menuju Panggung Pembangunan, Ini Harapan Bupati Sumenep untuk Santri

1373
×

Dari Pesantren Menuju Panggung Pembangunan, Ini Harapan Bupati Sumenep untuk Santri

Share this article
Upacara hari santri 2026
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat jadi pembina upacara hari santri 2026. Foto: locusjatim.com

Sumenep, locusjatim.com – Santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah hingga tingkat nasional. Harapan itu disampaikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10/2026).

Fauzi menilai, kalangan santri memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari generasi yang membawa perubahan. Bekal ilmu agama, kekuatan moral, serta kemampuan intelektual yang dimiliki santri dinilai dapat menjadi modal penting dalam menjawab tantangan zaman.

“Santri bukan hanya bagian dari sejarah bangsa, melainkan juga bagian penting dari masa depan Indonesia,” ujar Fauzi.

Menurutnya, masa depan santri tidak seharusnya terbatas pada lingkungan pesantren. Mereka perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, hingga ekonomi dan kewirausahaan.

Pesan tersebut selaras dengan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni *Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas*. Tema ini menjadi pengingat bahwa santri memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam mewujudkan kemajuan bangsa.

Di Kabupaten Sumenep, pemerintah daerah berupaya memperkuat kerja sama dengan kalangan pesantren sesuai kewenangan, kemampuan anggaran, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kapasitas generasi muda, mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta membuka peluang pengembangan kewirausahaan. Kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan juga menjadi bagian dari upaya yang ingin diperkuat.

Fauzi berharap, santri memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan gagasan dan menghasilkan karya yang berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak dinilai penting agar potensi generasi pesantren tidak berhenti pada kemampuan akademik dan keagamaan semata.

Ia pun mengajak seluruh perangkat daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang kolaborasi bagi para santri.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Fauzi berharap santri semakin siap menghadapi perkembangan zaman dan berkontribusi dalam pembangunan. Dengan dukungan yang tepat, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam nilai-nilai agama, tetapi juga memiliki daya saing, kreativitas, dan kepedulian sosial untuk membawa Sumenep menuju masa depan yang lebih baik.

“Saya mengajak kepada seluruh perangkat daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para santri,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *