Jember,locusjatim.com – UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember mulai menapaki jalur menuju pengakuan internasional. Kampus Islam negeri tersebut menargetkan masuk dalam sistem pemeringkatan global melalui QS World University Rankings (QS WUR) dengan menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pembentukan tim khusus hingga penguatan publikasi ilmiah dan jejaring internasional.
Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Mutu Ranking yang digelar di Café Rolas Jember, Selasa (12/05/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Tim Pemeringkatan Universitas Jember, Siti Masrifatul Fitriyah, sebagai narasumber dan diikuti jajaran pimpinan serta unsur akademik UIN KHAS Jember.
Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. M. Khusna Amal, mengungkapkan bahwa universitas akan segera membentuk task force atau tim khusus pemeringkatan melalui Surat Keputusan Rektor. Langkah itu menjadi bagian dari percepatan program internasionalisasi kampus yang mulai dijalankan tahun ini.
Menurutnya, UIN KHAS memilih QS World University Rankings sebagai pintu masuk awal untuk membangun reputasi akademik di tingkat global. Salah satu syarat dasar yang harus dipenuhi adalah memiliki minimal 100 publikasi ilmiah yang terindeks Scopus dalam kurun lima tahun terakhir.
“Proses menuju pemeringkatan ini segera kita mulai. Tim khusus akan dibentuk agar seluruh tahapan bisa berjalan lebih terarah dan terukur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara kuantitas UIN KHAS Jember telah melampaui persyaratan awal karena saat ini memiliki sekitar 206 publikasi terindeks Scopus. Namun tantangan berikutnya bukan lagi sekadar menambah jumlah publikasi, melainkan meningkatkan kualitas artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal bereputasi tinggi.
“Kita tidak hanya mengejar angka publikasi, tetapi juga kualitasnya. Publikasi pada jurnal-jurnal bereputasi internasional menjadi faktor penting dalam meningkatkan posisi perguruan tinggi,” kata Prof. Khusna Amal.
Selain publikasi ilmiah, kampus juga mulai menyiapkan berbagai kebutuhan teknis yang menjadi indikator penilaian QS. Salah satunya adalah pembangunan reputasi akademik dan reputasi lulusan melalui jejaring global.
Dalam forum tersebut dibahas kebutuhan penyediaan hingga 400 kontak akademisi dan 400 employer atau pengguna lulusan yang akan menjadi responden survei QS. Data tersebut nantinya digunakan untuk mengukur persepsi dunia akademik dan dunia kerja terhadap kualitas universitas.
Karena itu, UIN KHAS Jember didorong memperluas kolaborasi internasional, termasuk dengan menghadirkan akademisi luar negeri, pembicara internasional, serta memperkuat kerja sama lintas negara yang dapat meningkatkan visibilitas kampus di tingkat global.
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, menegaskan bahwa target pemeringkatan internasional bukan semata-mata untuk mengejar prestise, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas institusi secara menyeluruh.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kampus harus mampu menjadi pusat lahirnya gagasan dan peradaban yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Pemeringkatan bukan sekadar soal nama baik lembaga. Yang lebih penting adalah bagaimana proses itu mendorong peningkatan mutu dan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat,” ujar Prof. Hepni.
Ia juga menilai tingkat kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi saat ini tidak bisa dilepaskan dari pengakuan yang diperoleh di tingkat nasional maupun internasional.
“Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama sebuah perguruan tinggi. Salah satu indikator yang mencerminkan kepercayaan tersebut adalah bagaimana kampus diakui dalam sistem pemeringkatan global,” katanya.
Meski demikian, Prof. Hepni mengingatkan bahwa langkah menuju pemeringkatan dunia harus dilakukan secara bertahap dan realistis. Ia menyadari persaingan pada level internasional sangat ketat sehingga diperlukan strategi jangka panjang yang konsisten.
Melalui pembentukan tim pemeringkatan dan berbagai strategi yang mulai disusun, UIN KHAS Jember berharap dapat melakukan submit awal ke QS World University Rankings pada 2026. Langkah tersebut sekaligus menjadi pijakan awal untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi Islam negeri di tengah kompetisi pendidikan tinggi global yang semakin dinamis.
“Tidak mungkin sebuah perguruan tinggi langsung berada di posisi atas dalam waktu singkat. Yang terpenting adalah memulai langkah dengan serius dan membangun fondasi yang kuat,” tutupnya.(*)






