HeadlinePendidikan

APSILANGGA Soroti Ancaman Gadget terhadap Kehangatan Keluarga Lewat Seminar Nasional

1725
×

APSILANGGA Soroti Ancaman Gadget terhadap Kehangatan Keluarga Lewat Seminar Nasional

Sebarkan artikel ini
APSILANGGA Soroti Ancaman Gadget terhadap Kehangatan Keluarga Lewat Seminar Nasional
Pamflet Seminar Nasional bertajuk “Keluarga Vs Gadget. Foto: Istimewa

Surabaya, locusjatim.com Fenomena semakin renggangnya komunikasi dalam keluarga akibat penggunaan gadget menjadi perhatian serius Alumni Psikologi Universitas Airlangga (APSILANGGA). Melalui Seminar Nasional bertajuk “Keluarga Vs Gadget”, APSILANGGA ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kualitas hubungan keluarga di tengah derasnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Seminar yang akan digelar pada Sabtu, 30 Mei 2026 tersebut dilaksanakan secara hybrid, yakni di Aula Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya serta dapat diikuti secara daring oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua APSILANGGA, Dr. Ikhsan, S.Psi., MM., mengatakan perkembangan teknologi memang membawa banyak kemudahan, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan baru dalam kehidupan keluarga.

“Teknologi sebenarnya memberikan banyak manfaat, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan serius. Kita melihat fenomena anak yang terlalu lama menggunakan gadget, orang tua yang kesulitan membangun komunikasi berkualitas, hingga munculnya masalah psikologis dan sosial akibat penggunaan media digital yang tidak bijak,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena perlahan memengaruhi kedekatan emosional antaranggota keluarga. Karena itu, APSILANGGA berupaya menghadirkan ruang diskusi yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga relevan dengan persoalan sehari-hari masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan diskusi yang ilmiah tetapi tetap dekat dengan realitas masyarakat. APSILANGGA berharap seminar ini mampu memberikan solusi praktis bagi keluarga Indonesia dalam menghadapi tantangan era digital,” tambahnya.

Dalam seminar tersebut, APSILANGGA menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kepakaran di bidang psikologi keluarga, kesehatan mental, pendidikan, dan perkembangan anak. Mereka di antaranya Dr. Dewi Retno Suminar, M.Si., Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Clinical Psychologist Australia Josephine M.J. Ratna, M.Psych., Ph.D., MAPS, serta penulis dan pemerhati anak Watiek Ideo.

Ketua Panitia Seminar Nasional, Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap seminar ini cukup tinggi karena tema yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan keluarga masa kini.

“Persiapan terus kami matangkan, baik dari sisi teknis pelaksanaan hybrid, koordinasi narasumber, hingga pelayanan peserta online dan offline. Alhamdulillah antusiasme masyarakat cukup tinggi karena tema ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seminar ini bukan bertujuan menjauhkan masyarakat dari teknologi, melainkan mendorong penggunaan gadget secara sehat dan proporsional agar tidak merusak relasi keluarga.

“Kami ingin seminar ini menjadi ruang belajar bersama. Gadget tidak mungkin dijauhkan dari kehidupan manusia modern, tetapi keluarga harus memiliki kemampuan untuk mengelola penggunaan teknologi secara bijak agar tidak merusak kualitas relasi dan kesehatan mental,” jelasnya.

Selain membahas dampak penggunaan gadget, seminar ini juga akan mengupas strategi membangun resiliensi keluarga, menjaga kesehatan mental lintas generasi, serta memperkuat pola komunikasi yang sehat di era digital.

Pendaftaran peserta masih dibuka untuk masyarakat umum, mahasiswa, guru, orang tua, praktisi pendidikan, hingga pemerhati keluarga dan anak. Pendaftaran dapat dilakukan melalui [link seminar APSILANGGA](https://s.id/SeminarApsilangga?utm_source=chatgpt.com) atau menghubungi narahubung Wuri di 0821-4077-1833.

“Seminar ini bukan sekadar forum ilmiah, tetapi juga gerakan bersama untuk menjaga keluarga tetap hangat, sehat, dan kuat di era gadget dan AI. Kami mengundang masyarakat Indonesia untuk ikut bergabung secara online dan mengambil manfaat dari seminar ini,” pungkas Dr. Zamzami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *