Berita

Balik ke Pondok Tanpa Beban, Ribuan Santri Kepulauan Nikmati Fasilitas Gratis dari Pemkab Sumenep

884
×

Balik ke Pondok Tanpa Beban, Ribuan Santri Kepulauan Nikmati Fasilitas Gratis dari Pemkab Sumenep

Sebarkan artikel ini
Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Rayon Sapudi
Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Rayon Sapudi saat berada di pelabuhan. Foto: Istimewa

Sumenep,locusjatim.com Arus balik santri pasca Lebaran 2026 di wilayah kepulauan kini terasa lebih ringan. Pemerintah Kabupaten Sumenep mengambil langkah tak biasa dengan menghadirkan fasilitas transportasi laut gratis, yang secara langsung menjawab persoalan klasik biaya dan akses bagi santri.

Program ini bukan sekadar layanan rutin, melainkan bentuk intervensi nyata terhadap kesenjangan mobilitas antara wilayah daratan dan kepulauan. Ribuan santri, khususnya dari Sapudi dan sekitarnya, kini dapat kembali ke pondok pesantren tanpa harus memikirkan ongkos perjalanan yang kerap membebani keluarga.

Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Rayon Sapudi. Mereka menilai kebijakan ini memberi dampak langsung, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga kepastian waktu keberangkatan santri.

Koordinator Pengurus Rayon IKSASS Sapudi Putra Mahrus Ali menyebut program ini sebagai solusi konkret atas kendala transportasi laut yang selama ini menjadi persoalan utama bagi santri kepulauan.

“Kami pengurus Rayon IKSASS mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Sumenep dan Wakil Bupati atas subsidi kapal gratis transportasi laut untuk melaksanakan balik jemaah kepada Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).

Di balik program ini, Pemkab Sumenep mengalokasikan sisa anggaran sekitar Rp300 juta yang mampu mengakomodasi kurang lebih 4.000 santri. Armada kapal disiagakan di sejumlah jalur penting, termasuk rute Sapudi–Kalianget yang menjadi akses vital menuju daratan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan berbasis pesantren, sekaligus memastikan akses yang setara bagi masyarakat kepulauan.

Dengan adanya program ini, Pemkab Sumenep tidak hanya memfasilitasi perjalanan, tetapi juga memperkuat keberlanjutan pendidikan santri yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Madura, khususnya di wilayah kepulauan.

“Program ini adalah bentuk kepedulian kami kepada para santri, khususnya yang berasal dari kepulauan, agar mereka bisa kembali ke pondok dengan aman dan tanpa terbebani biaya. Kami akan terus berupaya menghadirkan layanan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *