JEMBER, locusjatim.com – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah berukuran besar milik Wahyudi di Dusun Gumuk Limo, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 18.43 WIB. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp350 juta.
Petugas pemadam kebakaran menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Api melalap sebagian besar bangunan beserta perabotan rumah tangga hingga hangus terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Petugas Pos Pemadam Kebakaran Rambipuji, Subhan Winardi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.43 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dengan total 10 personel ke lokasi kejadian.
Armada pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 19.00 WIB untuk melakukan penanganan dan pemadaman api.
“Kami mengerahkan satu unit dari Pos Rambipuji sebagai pos terdekat dan satu unit lagi dari Mako atau pos kota. Total ada dua unit dengan 10 personel yang menuju ke lokasi kebakaran,” ujar Subhan.
Menurutnya, proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar dua setengah jam, termasuk proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Petugas sempat mengalami kendala saat mengisi ulang air untuk armada pemadam. Pasalnya, jarak antara lokasi kebakaran dan sungai sebagai sumber air diperkirakan mencapai tiga kilometer.
“Kesulitannya saat mengisi air untuk armada kami. Jarak rumah yang terbakar dengan sungai sekitar tiga kilometer, sehingga cukup jauh,” jelasnya.
Subhan menyebut bangunan yang terbakar merupakan satu rumah berukuran cukup besar dengan luas sekitar 10 x 20 meter. Kobaran api menghanguskan hampir seluruh isi rumah, termasuk kulkas dan berbagai perabotan.
Di tengah puing-puing rumah yang hangus terbakar, terdapat satu hal yang menarik perhatian petugas. Sebuah Al-Quran yang disimpan di dalam tas hitam dan digantung di dinding ruang tengah dilaporkan tetap utuh tanpa tersentuh api.
Tas tersebut berada di dekat kulkas. Sementara itu, barang-barang lain di sekitarnya, termasuk perabotan rumah tangga, telah hangus terbakar.
Subhan mengaku terkejut ketika melihat kondisi tersebut saat melakukan penanganan kebakaran.
“Sebagai petugas, kami juga terkejut saat melihatnya. Di antara puing-puing yang sudah hangus, masih ada satu Al-Quran yang tidak tersentuh api sama sekali,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, selain Al-Quran tersebut, sebagian besar isi rumah telah hangus terbakar. Bangunan mengalami kerusakan berat akibat peristiwa itu.
Setelah sekitar dua setengah jam melakukan penanganan, petugas menyelesaikan proses pemadaman sekaligus pendinginan. Petugas memastikan tidak ada lagi bara api di lokasi kebakaran.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut, meskipun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik.






