Berita

UIN KHAS Jember Gembleng 100 Pengurus Ormawa, Mahasiswa Didorong Jadi Pemimpin Berkarakter

1
×

UIN KHAS Jember Gembleng 100 Pengurus Ormawa, Mahasiswa Didorong Jadi Pemimpin Berkarakter

Share this article

Jember,locusjatim.com – Pengalaman berorganisasi di kampus dinilai menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional. Karena itu, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember membekali sekitar 100 pengurus organisasi mahasiswa (Ormawa) dengan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Agustus 2026, di Gedung BEC UIN KHAS Jember tersebut diarahkan untuk membangun karakter pemimpin sekaligus meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengelola organisasi.

Pesertanya berasal dari berbagai organisasi intra kampus, meliputi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Unit Kegiatan Khusus (UKK), hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Khoirul Faizin, mengingatkan bahwa masa kuliah merupakan fase yang perlu dimanfaatkan mahasiswa untuk membangun kapasitas diri. Menurutnya, kesempatan mengelola organisasi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar mengambil keputusan, menghadapi persoalan, dan mempertanggungjawabkan amanah.

“Mahasiswa itu bukan profesi. Mahasiswa itu hanya satu fase,” kata Khoirul Faizin, Sabtu (15/08/2026).

Ia menilai, pengalaman selama berada di kampus seharusnya menjadi bekal untuk menjalani kehidupan setelah lulus. Oleh sebab itu, mahasiswa yang dipercaya menjadi pengurus organisasi diminta tidak hanya menjalankan rutinitas kegiatan, tetapi juga berani mengambil inisiatif dan memimpin.

“Anda adalah leader, bukan follower,” tegasnya.

Faizin menjelaskan, kepemimpinan tidak cukup ditunjukkan melalui jabatan atau kemampuan memberikan instruksi kepada anggota. Seorang pemimpin juga perlu membangun kedisiplinan, bertanggung jawab atas tugasnya, menghormati forum, serta memberikan contoh melalui perilaku sehari-hari.

Tanggung jawab tersebut, lanjutnya, juga mencakup kewajiban menyampaikan laporan kepada anggota yang dipimpin. Pengurus harus mampu mempertanggungjawabkan keputusan dan pelaksanaan program, bukan hanya memenuhi kewajiban administratif kepada pihak universitas.

“Selain ke atas, Anda juga ke bawah tanggung jawabnya. Hak mereka untuk mendapatkan laporan dari Anda,” ujarnya.

Ia berharap, nilai-nilai kepemimpinan yang dipelajari selama berorganisasi tetap diterapkan ketika mahasiswa kelak bekerja atau berkiprah di tengah masyarakat. Kontribusi positif, menurutnya, dapat dimulai dari tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Berikan catatan bahwa saya harus berbuat sesuatu yang baik untuk tempat di mana saya berada, meskipun itu hal kecil,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Sekretariat UIN KHAS Jember, Erfan Efendi, menjelaskan bahwa diklat tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas pengurus dalam menjalankan roda organisasi secara efektif.

Pembelajaran dilakukan melalui diskusi interaktif dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya. Peserta diharapkan tidak hanya memahami prinsip kepemimpinan secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam penyusunan program, koordinasi kepengurusan, dan pelaksanaan kegiatan organisasi.

Salah satu materi disampaikan Prof. Akhmad Taufiq, Wakil Direktur I Program Pascasarjana Universitas Jember. Ia membahas fondasi kepemimpinan mahasiswa, mulai dari konsep dasar, karakteristik pemimpin ideal, kepemimpinan visioner, hingga kepemimpinan yang berlandaskan karakter.

Selain aspek kepemimpinan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan arsip dan dokumentasi organisasi. Materi tersebut disampaikan Abdul Hafit untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pencatatan dan penyimpanan dokumen dalam mendukung tata kelola organisasi yang tertib.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *