Berita

UIN KHAS Jember Siapkan Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Lansia

645
×

UIN KHAS Jember Siapkan Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Lansia

Share this article

Jember, locusjatim.com – Perguruan tinggi didorong mengambil peran lebih nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember meluncurkan Pusat Studi Kesejahteraan Lansia yang digagas Fakultas Dakwah, Rabu (28/10/2026).

Kehadiran pusat studi ini diarahkan untuk mempertemukan kajian akademik dengan kebutuhan warga lanjut usia di tengah masyarakat. Tidak hanya menjadi ruang penelitian, lembaga tersebut diharapkan mampu melahirkan program pendampingan, edukasi, hingga advokasi yang berdampak langsung bagi kehidupan lansia.

Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. M. Khusna Amal, menilai persoalan kesejahteraan lansia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan kelompok lanjut usia memperoleh hak, perlindungan, dan penghormatan yang layak.

“Pendirian pusat studi ini diharapkan menjadi salah satu wujud keberpihakan perguruan tinggi terhadap persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan lembaga tersebut perlu ditindaklanjuti melalui kegiatan yang konsisten agar manfaatnya tidak berhenti pada pengenalan institusi semata.

“Karena itu, peluncurannya harus menjadi titik awal gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegas Khusna Amal.

Menurutnya, pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan kampus perlu terhubung dengan persoalan riil masyarakat. Karena itu, kerja sama dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan lembaga pelayanan sosial menjadi salah satu langkah penting agar hasil kajian dapat diterjemahkan menjadi program yang dibutuhkan lansia.

Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., juga menekankan pentingnya orientasi sosial dalam pengembangan pusat studi tersebut.

Ia menginginkan lembaga ini tidak hanya menghasilkan gagasan melalui penelitian dan diskusi ilmiah, tetapi juga terlibat dalam upaya memperjuangkan kesejahteraan serta hak-hak kelompok lanjut usia.

“Pusat studi ini harus bergerak melampaui kajian akademik. Fakultas Dakwah perlu hadir secara langsung dalam upaya pemuliaan dan pembelaan lansia,” kata Fawaizul Umam.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pusat studi dapat mengembangkan sejumlah kegiatan, mulai dari penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan lansia, edukasi publik, hingga kemitraan dengan lembaga yang memiliki perhatian terhadap isu penuaan.

Fawaizul menilai, keberhasilan lembaga ini nantinya perlu dilihat dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung kualitas hidup warga lanjut usia.

Pengembangan pusat studi tersebut juga diperkuat melalui perspektif gerontologi, yakni bidang keilmuan yang mempelajari proses penuaan beserta dampaknya terhadap kehidupan manusia. Dalam peluncuran itu, Guru Besar Gerontologi Universitas Respati Indonesia, Prof. Dr. Tri Budi W. Rahardjo, hadir sebagai narasumber.

Perspektif gerontologi penting untuk memahami bahwa kebutuhan lansia tidak terbatas pada layanan kesehatan. Aspek psikologis, hubungan sosial, kemandirian, dukungan keluarga, serta kondisi lingkungan turut memengaruhi kesejahteraan mereka.

Dengan pendekatan tersebut, penanganan persoalan lansia diharapkan tidak hanya berfokus pada bantuan ketika masalah muncul, tetapi juga membangun lingkungan yang mendukung kehidupan mereka secara lebih mandiri dan bermartabat.

Keterlibatan pakar gerontologi sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kajian lintas disiplin dan peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi landasan dalam merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok lanjut usia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *