Sumenep, locusjatim.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperkuat program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) untuk mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat. Upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Pembina UKS/M Kabupaten Sumenep Tahun 2025 yang melibatkan perwakilan dari 27 kecamatan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 10–11 November 2025, di Hotel El Malik Sumenep tersebut diikuti 80 peserta. Mereka terdiri atas 73 orang dari Tim Pembina UKS/M tingkat kecamatan dan tujuh orang dari Tim Pembina UKS/M tingkat kabupaten.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Sumenep, Abd Said, menjelaskan bahwa Rakerda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program UKS/M di sekolah dan madrasah.
“Pelaksanaan UKS/M membutuhkan koordinasi dan keterlibatan semua pihak agar program kesehatan di sekolah dan madrasah dapat berjalan secara terpadu, terarah, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, pelaksanaan program UKS/M selama 2024 dan 2025 dievaluasi untuk mengidentifikasi capaian serta tantangan yang dihadapi. Hasil evaluasi itu menjadi bahan penyusunan rencana kerja dan program prioritas UKS/M pada 2026.
Pelaksanaan UKS/M melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, puskesmas, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga perangkat daerah terkait. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan kesehatan di lingkungan sekolah dan madrasah.
Rakerda juga menghadirkan pemateri dari Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.
Selain rapat kerja, rangkaian kegiatan tersebut mencakup pelatihan guru UKS/M tingkat SD, SMP, atau sederajat dengan sasaran 60 peserta dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep.
Pelatihan itu akan dipandu oleh Tim Pembina UKS Provinsi Jawa Timur dan Tim Pelaksana UKS/M SMKN 2 Buduran, Sidoarjo, yang menjadi pemenang nasional lomba Gerakan Sekolah Sehat pada 2024.
Melalui penguatan koordinasi dan peningkatan kapasitas guru, Pemkab Sumenep mendorong agar program UKS/M tidak hanya berfokus pada kegiatan kesehatan di sekolah, tetapi juga mendukung pembentukan lingkungan belajar yang sehat dan berkelanjutan.
“Dengan keterlibatan berbagai unsur tersebut, pelaksanaan program UKS/M diharapkan semakin terarah dan mampu menjangkau sekolah serta madrasah di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep,” tutupnya. (*)






