Jember, locusjatim.com– Kemampuan berbahasa Inggris dan penguasaan teknologi kecerdasan buatan mengantarkan mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, M Ubaidillah Taqiudin Ilhaq, meraih juara pertama dalam International AI-Powered English Speech Championship 2026 di Pattani, Thailand.
Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) tersebut berhasil mengungguli peserta dari berbagai daerah di Thailand dan sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.
Prestasi itu diraih Ubaidillah saat menjalani program Asistensi Mengajar Internasional di Thailand. Selain aktif dalam kegiatan akademik, ia juga dipercaya memimpin Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Inggris periode 2025/2026.
Kompetisi tersebut mengusung tema “Empowering Future Voices Through Artificial Intelligence and Global Communication”.
Para peserta dituntut mampu menyampaikan gagasan secara meyakinkan, menunjukkan kemampuan berpikir kritis, serta menggunakan bahasa Inggris untuk merespons perkembangan kecerdasan buatan dalam komunikasi global.
Keberhasilan Ubaidillah mendapat apresiasi dari Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si. Ia menilai capaian tersebut memperlihatkan kemampuan mahasiswa fakultasnya untuk bersaing di tingkat internasional.
“Prestasi ini menunjukkan mahasiswa FTIK tidak hanya mampu berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga mampu tampil dan menjadi yang terbaik di panggung dunia. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani mengambil peluang di level internasional,” ujarnya, Jumat (24/07/2026).
Menurut Abdul Mu’is, prestasi tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa lain untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memanfaatkan kesempatan mengikuti berbagai ajang internasional.
Apresiasi serupa disampaikan Koordinator Program Studi Tadris Bahasa Inggris FTIK UIN KHAS Jember, Dewi Nurul Qomariyah, M.Pd. Ia menilai kemenangan Ubaidillah mencerminkan dedikasi, kerja keras, serta kompetensi yang dikembangkan selama menempuh pendidikan.
Dewi juga menyoroti perpaduan kemampuan akademik, kepemimpinan, dan keterampilan berbahasa Inggris yang menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi persaingan global.
Pihak program studi, lanjutnya, akan terus membuka ruang pengembangan potensi mahasiswa melalui kegiatan akademik, organisasi kemahasiswaan, hingga keikutsertaan dalam kompetisi internasional.
“Upaya tersebut diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan kemampuan yang relevan untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin dinamis,” tandasnya.(*)






