BeritaHeadline

Jeritan Dini Hari di Pesanggaran Berujung Maut, Anak Diduga Habisi Ibu Kandung

672
×

Jeritan Dini Hari di Pesanggaran Berujung Maut, Anak Diduga Habisi Ibu Kandung

Sebarkan artikel ini
Jeritan Dini Hari di Pesanggaran Berujung Maut, Anak Diduga Habisi Ibu Kandung
Polres Banyuwangi saat olah TKP. Foto Istimewa

Banyuwangi,locusjatim.com Warga Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, dikejutkan insiden berdarah yang terjadi saat sebagian besar orang masih terlelap, Selasa (31/3/2026) dini hari. Peristiwa itu bermula dari suara jeritan minta tolong yang terdengar dari sebuah rumah, yang kemudian mengarah pada temuan tragis di dalamnya.

Seorang pria berinisial AS (31) diduga melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya sendiri, Suratun (65), hingga korban kehilangan nyawa di tempat. Dalam kejadian yang sama, seorang pria lain bernama Dedi (45) turut menjadi korban dan mengalami luka serius, terutama di bagian tangan. Saat ini ia masih menjalani perawatan medis di RS Al Huda Gambiran.

Kapolsek Pesanggaran Kompol Maskur memastikan bahwa terduga pelaku telah diamankan tak lama setelah kejadian. “Pelaku sudah kami amankan di Polsek Pesanggaran. Saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Keterangan awal menyebutkan, warga yang mendengar teriakan langsung berinisiatif mendatangi lokasi. Namun setibanya di sana, mereka justru mendapati dua orang sudah terkapar dengan kondisi mengenaskan. Situasi semakin mencekam ketika pelaku disebut masih berada di sekitar rumah sambil membawa senjata tajam.

“Saksi mendengar suara teriakan, kemudian mendatangi lokasi. Saat itu terlihat dua orang sudah dalam kondisi bersimbah darah,” jelas Maskur.

Karena khawatir akan keselamatan, saksi kemudian meminta bantuan warga lain sebelum melapor ke pihak kepolisian. Petugas yang datang ke lokasi langsung mengamankan pelaku beserta sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aksi tersebut, seperti parang, pisau, dan kayu.

Akibat luka parah di bagian kepala, Suratun dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Dedi masih mendapatkan penanganan intensif dari tim medis. “Korban kedua mengalami luka parah dan saat ini masih dalam penanganan medis,” tambah Maskur.

Hingga kini, polisi masih mengusut motif di balik aksi tersebut. Namun dari informasi sementara, pelaku diketahui memiliki riwayat emosi yang tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir.

“Dari informasi sementara, pelaku sering menunjukkan emosi tidak stabil dan diduga mengalami depresi sejak beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Kasus ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian untuk mengungkap secara pasti latar belakang peristiwa yang mengejutkan warga setempat tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *