Berita

Cegah Kebakaran Meluas, Bupati Sumenep Ajak Warga Manfaatkan Daun Kering Jadi Kompos

1129
×

Cegah Kebakaran Meluas, Bupati Sumenep Ajak Warga Manfaatkan Daun Kering Jadi Kompos

Share this article
Cegah kebakaran meluas di sumenep
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Foto: Istimewa

Sumenep,locusjatim.com– Tumpukan daun kering dan sisa tanaman saat musim kemarau perlu dikelola dengan cara yang aman agar tidak menjadi pemicu kebakaran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak masyarakat mengurangi kebiasaan membakar sampah organik di lahan terbuka dan beralih ke metode pengolahan yang lebih ramah lingkungan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan, kondisi lahan yang mengering selama musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran. Api yang berasal dari pembakaran ranting, dedaunan, maupun sisa tanaman bisa merambat dengan cepat, terutama ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh aktivitas pembakaran di tegal, lahan kosong, maupun pekarangan rumah. Tanpa pengawasan yang memadai, api kecil sekalipun berpotensi berkembang menjadi kebakaran yang mengancam lingkungan dan permukiman warga.

“Kami imbau masyarakat tidak membakar tegal, ranting, maupun daun kering sembarangan, jangan sampai aktivitas yang dianggap sepele justru memicu kebakaran dan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata Bupati kepada Media Center, Jumat (23/10/2026).

Menurut Fauzi, pengelolaan sampah organik tanpa pembakaran terbuka dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko tersebut. Daun kering dan sisa tanaman, misalnya, dapat dikumpulkan untuk diolah menjadi kompos sehingga lebih bermanfaat bagi lingkungan.

Ia menekankan, upaya pencegahan kebakaran harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari masyarakat. Setiap warga perlu memastikan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api dilakukan dengan penuh kehati-hatian, terlebih di lokasi yang dipenuhi tumbuhan kering.

“Masyarakat untuk mengelola daun kering dan sisa tanaman dengan cara yang lebih aman, seperti mengumpulkannya untuk dijadikan kompos atau menggunakan metode pengolahan sampah organik tanpa pembakaran terbuka,” terangnya.

Selain menghindari pembakaran sembarangan, masyarakat juga diminta memastikan tidak ada sumber api yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih besar.

Pemkab Sumenep turut mengingatkan warga agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Masyarakat dapat menghubungi Call Center 112 supaya petugas terkait bisa segera melakukan penanganan.

“Musim kemarau memang tidak bisa dihindari, tetapi dampak buruknya hendaknya bisa dilakukan penekanan melalui kesiapsiagaan dan kerja sama semua pihak, dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” tuturnya.

Fauzi berharap masyarakat tidak hanya meningkatkan kewaspadaan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mengambil langkah pencegahan sebelum munculnya api. Kesadaran untuk menghindari kegiatan berisiko dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama selama musim kemarau.

“Masyarakat sadar untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga lingkungan tetap aman selama musim kemarau,” tutpnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *