Berita

Lawan Bullying Sejak Dini, Polres Sampang Libatkan Guru hingga Siswa

313
×

Lawan Bullying Sejak Dini, Polres Sampang Libatkan Guru hingga Siswa

Share this article
apel Polisi Jogo Sekolah yang digelar di lapangan belakang Mapolres Sampang,
Apel Polisi Jogo Sekolah yang digelar di lapangan belakang Mapolres Sampang. Foto: Istimewa

Sampang, locusjatim.com – Upaya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan terus diperkuat Polres Sampang, Jawa Timur. Melalui program Polisi Jogo Sekolah, kepolisian menggandeng guru dan siswa untuk membangun lingkungan belajar yang aman sekaligus mencegah tawuran dan penyalahgunaan narkoba.

Langkah tersebut ditandai dengan apel Polisi Jogo Sekolah yang digelar di lapangan belakang Mapolres Sampang, Jumat (23/10/2026) pukul 09.30 WIB. Kegiatan dipimpin Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto dan diikuti pejabat utama, perwira, bintara, serta perwakilan guru dan siswa SMA.

Program yang diinisiasi Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono ini mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif. Tujuannya, mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini agar persoalan di lingkungan sekolah tidak berkembang menjadi tindakan yang merugikan pelajar.

Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto menekankan bahwa perundungan tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa. Perilaku yang kerap terjadi di kalangan pelajar tersebut dapat berdampak serius terhadap korban dan bahkan berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

“Melalui program ini, kami menginstruksikan seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis layaknya memperlakukan anak sendiri. Kami ingin polisi hadir sebagai orang tua asuh sekaligus sahabat bagi anak sekolah,” ujar Anang.

Menurutnya, keterlibatan polisi di lingkungan pendidikan tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan para siswa. Dengan pendekatan humanis, pelajar diharapkan merasa nyaman untuk bercerita dan berani melaporkan jika mengalami intimidasi maupun menyaksikan tindakan perundungan.

Anang juga mengingatkan siswa agar menjauhi tawuran, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba. Para pelajar diminta menggunakan media sosial secara bijak, tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks, serta menghindari ujaran kebencian yang dapat memicu konflik.

Jika menghadapi persoalan atau menjadi korban perundungan, siswa diminta segera mencari bantuan dengan melapor kepada guru, orang tua, maupun pihak kepolisian.

Selain melibatkan pelajar, Polres Sampang menempatkan guru sebagai bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Tenaga pendidik diminta memperkuat pendidikan karakter dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, termasuk saat berangkat maupun pulang sekolah.

Guru juga diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal perundungan dan potensi penyalahgunaan narkoba agar penanganan dapat dilakukan sebelum masalah semakin meluas.

Sebagai tindak lanjut, Polres Sampang akan memetakan sekolah-sekolah yang membutuhkan pengawasan lebih intensif. Program Polisi Jogo Sekolah juga bakal diterapkan di seluruh Polsek jajaran untuk memperluas upaya pencegahan hingga ke wilayah kecamatan.

Pelaksanaan program tersebut akan dievaluasi secara berkala. Langkah ini dilakukan agar Polisi Jogo Sekolah tidak berhenti pada kegiatan apel semata, tetapi benar-benar berjalan dan memberikan manfaat bagi keselamatan pelajar.

Anang menegaskan, perlindungan terhadap siswa merupakan tanggung jawab bersama antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sinergi tersebut dibutuhkan agar sekolah menjadi tempat yang mendukung proses belajar, pembentukan karakter, serta pengembangan potensi anak tanpa rasa takut terhadap kekerasan.

Melalui program Polisi Jogo Sekolah, Polres Sampang berharap pelajar semakin berani melaporkan tindakan perundungan, guru lebih tanggap terhadap persoalan siswa, dan lingkungan pendidikan terbebas dari ancaman tawuran maupun narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *