BeritaHeadline

Libatkan Bu Nyai se-Jatim, Halaqah Kepesantrenan UIN KHAS Jember–BNN Disiapkan Mei 2026

902
×

Libatkan Bu Nyai se-Jatim, Halaqah Kepesantrenan UIN KHAS Jember–BNN Disiapkan Mei 2026

Sebarkan artikel ini
Libatkan Bu Nyai se-Jatim, Halaqah Kepesantrenan UIN KHAS Jember–BNN Disiapkan Mei 2026
Kepala Pusat Studi Pesantren (Pustren) LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Moh. Nor Afandi, M.Pd.I saat rapat kordinasi. Foto: LP2M

Jember,locusjatim.comHalaqah Kepesantrenan se-Jawa Timur yang melibatkan para bu nyai pengasuh pondok pesantren tengah disiapkan oleh UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember bersama Organisasi Bu Nyai Nusantara (BNN). Agenda tersebut, dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 dan diproyeksikan menjadi ruang strategis penguatan peran pesantren dalam merespons isu global.

Forum yang dilaksanakan di Cafe Dira Argopuro Jember itu disebut, menjadi langkah awal menyusun konsep halaqah yang akan melibatkan jejaring bu nyai se-Jawa Timur dalam satu wadah kolaboratif, Rabu (08/04/2026).

Kepala Pusat Studi Pesantren (Pustren) LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Moh. Nor Afandi, M.Pd.I menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya sadar untuk memperluas kontribusi pesantren, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga global.

“Pustren sengaja menggandeng BNN untuk mengadakan kegiatan bersama sebagai kolaborasi positif yang berdampak, khususnya dalam konteks bagaimana pesantren merespons konstelasi global dan turut berkontribusi dalam membangun perdamaian dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, halaqah tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan forum pertukaran gagasan sekaligus penguatan jejaring antarbu nyai. Peran bu nyai, kata dia krusial dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren sekaligus membangun narasi Islam yang moderat, inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan global.

Maka dari itu, untuk memperkuat pesan tersebut, kegiatan itu juga akan menghadirkan nuansa internasional melalui keterlibatan mahasiswa asing UIN KHAS Jember dari berbagai negara, seperti Thailand, Bangladesh dan Nigeria, dalam parade serta ikrar perdamaian.

“Ini menjadi simbol bahwa pesantren tidak hanya berbicara dalam lingkup lokal atau nasional, tetapi juga memiliki peran global. Kehadiran mahasiswa internasional dalam parade dan ikrar perdamaian menjadi pesan kuat bahwa nilai-nilai pesantren bersifat universal dan relevan untuk dunia,” tambahnya.

Afandi menerangkan, halaqah tersebut rencananya akan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Jawa Timur, Ketua Lembaga Dakwah PBNU, Bupati Jember, serta para pengasuh pondok pesantren. Keterlibatan lintas pemangku kepentingan itu, diharapkan memperkuat posisi halaqah sebagai forum strategis yang menjembatani pesantren, pemerintah, dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.Si, menyampaikan bahwa inisiatif itu menjadi bagian dari penguatan peran kampus dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis pesantren.

“Kami menyambut baik inisiasi ini sebagai bagian dari penguatan peran LP2M dalam mendorong kolaborasi yang berdampak. Halaqah ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang tidak hanya relevan bagi pesantren, tetapi juga bagi kehidupan kebangsaan dan global,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BNN Jember, bu nyai Najmah Fairuz menilai sinergi dengan UIN KHAS Jember menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi bu nyai sebagai agen penyebar nilai-nilai perdamaian.

“BNN memandang kolaborasi ini sangat penting, karena bu nyai memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai kedamaian, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat. Melalui halaqah ini, kami ingin menghadirkan ruang bersama untuk memperkuat peran tersebut,” ujarnya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Halaqah Kepesantrenan itu diharapkan tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga momentum konsolidasi pesantren dalam memperkuat peran sebagai penjaga harmoni dunia di tengah dinamika global yang terus berkembang.

“Kami berharap halaqah ini menjadi titik awal lahirnya gerakan kolektif bu nyai dalam menyuarakan perdamaian dunia dan memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Sekedar diinformasikan, rapat koordinasi perdana ini turut dihadiri sejumlah pengasuh pesantren di Jember, di antaranya bu nyai Najmah Fairuz (PP Riadlus Solihin), bu nyai Kamaliyah (PP Bustanul Ulum Curah Kalong Bangsalsari), Ning Zulfa Yazid (PP Nurul Qarnain Sukowono), Ning Siti Quratul Aini (PP Asy Syafaah Jember), serta tokoh pesantren perempuan lainnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *