BeritaHeadline

Probolinggo Disiapkan Jadi Pusat Ekosistem Kendaraan Listrik, Investor Asing Mulai Masuk

295
×

Probolinggo Disiapkan Jadi Pusat Ekosistem Kendaraan Listrik, Investor Asing Mulai Masuk

Sebarkan artikel ini
Probolinggo Disiapkan Jadi Pusat Ekosistem Kendaraan Listrik, Investor Asing Mulai Masuk
Pertemuan investor internasional dengan pemerintah Kabupaten Probolinggo. Foto: Istimewa

Probolinggo, locusjatim.com Kabupaten Probolinggo mulai dilirik sebagai kawasan strategis pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Ketertarikan investor internasional ini membuka peluang baru bagi daerah untuk melompat lebih cepat dalam transisi energi bersih sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi ramah lingkungan.

Minat tersebut datang dari PT Rekadaya Indotama yang terafiliasi dengan perusahaan asal Vietnam, Vingroup. Penjajakan kerja sama dilakukan melalui kunjungan langsung perwakilan perusahaan ke Kantor Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Selasa (7/4/2026), dan disambut Sekretaris Daerah Ugas Irwanto bersama jajaran terkait.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan PT Rekadaya Indotama, Yudha Bhakti, menilai Probolinggo memiliki daya tarik kuat sebagai lokasi pengembangan investasi. Selain berada di jalur strategis Pantura, daerah ini juga dinilai memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang terus berkembang.

Tak sekadar menawarkan produk, perusahaan ini membawa konsep besar pembangunan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh. Mulai dari infrastruktur hingga distribusi kendaraan, semuanya dirancang terintegrasi.

“Kami berkomitmen membangun 150 ribu fasilitas pengisian daya di Indonesia, dengan 50 persen berada di Pulau Jawa. Probolinggo menjadi perhatian khusus kami dan menjadi yang pertama di Jawa Timur,” ujar Yudha.

Selain infrastruktur, perusahaan juga menyiapkan distribusi kendaraan listrik dalam jumlah besar ke berbagai daerah di luar Jabodetabek. Skema ini menyasar sektor transportasi, khususnya ojek online, dengan target hingga 2.000 unit kendaraan listrik per daerah. Menariknya, fasilitas pengisian daya akan digratiskan selama tiga tahun guna mempercepat adopsi masyarakat.

Program tersebut sebelumnya telah dijalankan melalui kolaborasi dengan sejumlah lembaga dan BUMN, seperti PT Pos Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia, serta beberapa pemerintah daerah di kota besar.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyambut positif rencana tersebut. Sekda Ugas Irwanto menilai investasi ini menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terkait akses pengisian daya kendaraan listrik yang masih terbatas.

“Selama ini masyarakat masih banyak menggunakan listrik rumah tangga untuk pengisian daya, sementara fasilitas umum masih terbatas dan lokasinya cukup jauh. Ini tentu menjadi peluang besar jika dapat dikembangkan di daerah,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo. Anggotanya, Hamim Wajdi, menegaskan bahwa investasi ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang berorientasi pada ekonomi hijau sekaligus membuka peluang kerja baru.

Jika rencana ini terealisasi, Probolinggo tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga berpotensi menjadi simpul penting dalam jaringan kendaraan listrik di Jawa Timur. Lebih jauh, langkah ini bisa menjadi pintu masuk transformasi energi bersih yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *