Berita

Layanan Kampus 24 Jam: UIN KHAS Jember Siapkan Chatbot AI untuk Jawab Kebutuhan Mahasiswa

910
×

Layanan Kampus 24 Jam: UIN KHAS Jember Siapkan Chatbot AI untuk Jawab Kebutuhan Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Layanan Kampus 24 Jam: UIN KHAS Jember Siapkan Chatbot AI untuk Jawab Kebutuhan Mahasiswa
Rapat koordinasi yang berlangsung di ruang Kepala Biro AUPK. Foto: Istimewa

Jember,locusjatim.com UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mulai melangkah lebih jauh dalam transformasi digital dengan menyiapkan layanan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Inovasi tersebut, diarahkan untuk menghadirkan layanan kampus yang lebih cepat, responsif, dan dapat diakses kapan saja oleh mahasiswa maupun masyarakat.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang Kepala Biro AUPK, Kamis (02/04/2026). Pertemuan ini melibatkan berbagai unsur penting kampus, mulai dari pengawasan internal, bagian administrasi, hingga tim teknologi informasi, sebagai upaya merumuskan arah pengembangan layanan berbasis teknologi yang lebih adaptif.

Rapat yang dipimpin Kepala Biro AUPK, Nawawi, menjadi titik awal penguatan sistem layanan digital yang terintegrasi. Salah satu agenda utama yang mengemuka adalah pengembangan WhatsApp AI Chatbot, sebuah sistem layanan otomatis yang memanfaatkan teknologi AI dan Natural Language Processing (NLP).

Dengan teknologi itu, interaksi antara kampus dan pengguna layanan tidak lagi terbatas waktu. Chatbot mampu merespons pertanyaan secara real-time, memahami konteks percakapan, serta memberikan jawaban yang lebih personal tanpa harus menunggu operator. Bahkan, berbagai kebutuhan seperti informasi akademik, layanan administrasi, hingga pengajuan layanan dapat diproses secara otomatis.

Kepala Biro AUPK, Nawawi, menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi bagian dari strategi besar peningkatan kualitas layanan. Menurutnya, kehadiran chatbot AI diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan yang semakin kompleks dan dinamis.

“Digitalisasi layanan harus diikuti dengan peningkatan kualitas pengalaman pengguna,” ujarnya.

Selain mempercepat respons, sistem ini juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja serta memperluas jangkauan layanan melalui integrasi dengan WhatsApp Business API. Dengan demikian, layanan kampus dapat diakses lebih luas tanpa batasan ruang dan waktu.

Nawawi juga menekankan pentingnya kesiapan internal dalam mendukung transformasi ini.

“Penguatan sistem digital harus diiringi kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola yang terintegrasi,” tegasnya.

Dalam konteks pendidikan tinggi, inovasi tersebut menjadi bagian dari pembaruan tata kelola layanan akademik yang lebih modern. Tidak hanya meningkatkan kecepatan pelayanan, tetapi juga memperbaiki kualitas interaksi antara institusi dengan mahasiswa maupun masyarakat luas.

Lebih dari itu, pengembangan layanan berbasis AI juga mencerminkan komitmen UIN KHAS Jember dalam membangun sistem yang transparan dan akuntabel.

“Kami tidak hanya membangun sistem yang cepat, tetapi juga memastikan layanan tetap transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Nawawi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *