Sumenep, locusjatim.com – Menjelang momentum Idulfitri 1447 H, PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pola konsumtif dalam membelanjakan Tunjangan Hari Raya (THR). Edukasi ini difokuskan pada pentingnya keseimbangan antara kebutuhan, tabungan, hingga kepedulian sosial.
Alih-alih menghabiskan THR hanya untuk keperluan sesaat, masyarakat diajak menerapkan pembagian anggaran yang lebih terstruktur. Skema yang disarankan meliputi 40 persen untuk kebutuhan Lebaran, 30 persen ditabung, 20 persen dialokasikan untuk sedekah atau infak, dan 10 persen untuk kebutuhan pribadi atau self reward.
Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda, Hairil Fajar, menegaskan bahwa THR seharusnya tidak dihabiskan dalam waktu singkat tanpa perencanaan matang.
“THR itu bukan untuk dihabiskan, tetapi untuk dikelola dengan bijak. Dengan pembagian yang tepat, masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan Lebaran sekaligus menjaga kondisi finansial setelahnya,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan Lebaran seperti konsumsi, pakaian, dan kebutuhan keluarga memang tidak bisa dihindari. Namun, disiplin menyisihkan sebagian dana untuk tabungan menjadi langkah penting agar kondisi keuangan tetap stabil pasca perayaan.
“Menabung minimal 30 persen dari THR menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan keuangan. Ini bisa menjadi dana darurat atau kebutuhan di masa mendatang,” tambahnya.
Tak hanya soal pengelolaan pribadi, aspek berbagi juga menjadi sorotan. Momentum Ramadan dan Idulfitri dinilai sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah, sehingga manfaat THR bisa dirasakan lebih luas.
Di sisi lain, self reward tetap diperbolehkan sebagai bentuk apresiasi diri, selama dilakukan secara proporsional dan tidak mengganggu keseimbangan keuangan secara keseluruhan.
Melalui edukasi ini, BPRS Bhakti Sumekar berharap masyarakat semakin sadar pentingnya perencanaan keuangan, terutama dalam mengelola pendapatan tambahan seperti THR agar tidak menimbulkan masalah finansial setelah Lebaran.
“Kami mendorong masyarakat menyisihkan sebagian rezekinya untuk sedekah. Selain membawa keberkahan, ini juga membantu mereka yang membutuhkan,” tandasnya. (*)






