Berita

Kelompok Ternak di Ledokombo Jember Bidik Usaha Susu Kambing Demi Sejahterakan Anggota

380
×

Kelompok Ternak di Ledokombo Jember Bidik Usaha Susu Kambing Demi Sejahterakan Anggota

Share this article
Kelompok Berkah Ternak di Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember
Kelompok Berkah Ternak di Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Foto: Istimewa

Jember, locusjatim.com – Kelompok Berkah Ternak di Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, berupaya mengembangkan usaha peternakan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan anggotanya.

Kelompok yang beranggotakan 25 orang tersebut berencana mengembangkan usaha peternakan domba, kambing, dan sapi hingga pengolahan hasil ternak bernilai tambah.

Bahkan demi seluruh anggotanya sejahtera, kelompok tersebut membidik sejumlah usaha lain dari hasil ternak, salah satunya adalah susu kambing.

Ketua Kelompok Berkah Ternak, Samsul Muarif mengatakan, pembentukan kelompok tersebut dilatarbelakangi kondisi ekonomi masyarakat setempat yang mayoritas berasal dari kalangan menengah ke bawah.

“Tujuan kami membentuk kelompok ini adalah untuk meningkatkan perekonomian para anggota. Kami ingin keberadaan kelompok ini bisa meningkatkan pendapatan mereka dalam kehidupan sehari-hari,” kata Samsul, usai rapat pertemuan anggota di Ledokombo, Minggu (1/11/2026).

Menurut Samsul, sebagian besar anggota kelompok berprofesi sebagai buruh tani. Sebelum kelompok tersebut dikembangkan, kegiatan beternak umumnya hanya menjadi pekerjaan sampingan dan dianggap sebagai bentuk tabungan.

“Kami ingin mengubah pola pikir anggota agar peternakan tidak hanya menjadi pekerjaan sampingan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan utama,” ujarnya.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Kelompok Berkah Ternak berencana mengembangkan usaha peternakan yang tidak hanya berorientasi pada penjualan hewan hidup, tetapi juga mencakup pengolahan produk hasil ternak.

Samsul menjelaskan, sejumlah produk yang ingin dikembangkan antara lain susu kambing, daging beku, pupuk kompos, serta berbagai olahan daging seperti sate dan gulai. Dari usaha tersebut, diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi anggota.

“Kami tidak ingin hanya menjual hewan ternak. Ke depan, hasil peternakan juga akan kami kembangkan menjadi berbagai produk olahan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” jelasnya.

Selain pengembangan produk olahan, kelompok tersebut juga berencana merintis usaha susu kambing. Untuk merealisasikan rencana itu, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jawa Timur di Jember, khususnya dalam bidang pembangunan ekonomi.

Samsul menyebutkan, kelompoknya masih membutuhkan pengetahuan dan keterampilan teknis sebelum memulai usaha susu kambing. Karena itu, pelatihan praktik pemerahan susu kambing di Kabupaten Lumajang direncanakan menjadi salah satu langkah awal pengembangan usaha tersebut.

“Untuk saat ini, kami masih perlu mendapatkan ilmu dan keterampilan terlebih dahulu. Insyaallah, dalam waktu dekat, pihak Bakorwil akan memfasilitasi pelatihan dan membawa kelompok kami ke Lumajang untuk praktik memerah susu kambing,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterbatasan modal masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi kelompok, terutama untuk pengadaan kambing sebagai modal awal pengembangan usaha susu kambing.

“Yang terpenting, kami mendapatkan ilmunya terlebih dahulu. Setelah itu, kami akan mencari cara agar bisa mendapatkan kambing meskipun dengan keterbatasan modal,” tambahnya.

Dalam mengembangkan kegiatan peternakan, Kelompok Berkah Ternak juga telah berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Jember serta UPT Dinas Peternakan Jawa Timur Wilayah Jember. Koordinasi juga dilakukan dengan Bakorwil V Jawa Timur untuk mendukung peningkatan kapasitas kelompok.

Sejauh ini, dukungan yang telah diterima kelompok berupa pelatihan pembuatan pakan fermentasi dan silase. Pengetahuan tersebut telah dipraktikkan oleh para anggota untuk mendukung pengelolaan ternak.

“Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan pelatihan pembuatan pakan fermentasi dan silase, dan ilmu tersebut sudah kami praktikkan. Pihak Bakorwil juga membantu memfasilitasi peningkatan pengetahuan kami di bidang peternakan,” kata Samsul.

Meski demikian, ia mengakui kelompoknya masih membutuhkan dukungan berupa bantuan ternak serta sarana dan prasarana untuk menunjang pengembangan usaha. Proposal permohonan bantuan, menurut dia, telah diajukan pada bulan sebelumnya.

Ke depan, Samsul berharap Kelompok Berkah Ternak dapat berkembang menjadi usaha yang lebih besar dan memiliki kelembagaan ekonomi yang kuat, bahkan berpeluang ditingkatkan menjadi koperasi.

“Harapan kami, kelompok ini bisa berkembang satu tingkat lebih tinggi, bahkan menjadi koperasi. Jadi, kami tidak hanya menjual hewan ternak, tetapi juga mengembangkan berbagai potensi dari peternakan agar bisa menghasilkan nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *