Jember, locusjatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai menata kawasan Pasar Tanjung sebagai bagian dari persiapan menuju revitalisasi pasar.
Penataan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah unsur dan organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari pengaturan aktivitas pedagang, rekayasa lalu lintas, hingga pembenahan kebersihan dan infrastruktur.
Koordinator Satgas Cinta Pasar Tanjung, Danang Andriasmara, mengatakan pembenahan dilakukan secara terkoordinasi karena persoalan di kawasan pasar tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan.
Menurutnya, penataan juga mencakup persoalan lalu lintas, kebersihan, infrastruktur, serta pengaturan ruang aktivitas pedagang.
“Setiap unsur dan OPD memiliki tugas sesuai bidangnya masing-masing,” ujar Danang saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, Dinas Perhubungan (Dishub) menangani rekayasa lalu lintas, sedangkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mengatur zonasi serta waktu berjualan.
Satpol PP turut mendukung penerapan ketentuan di lapangan. Sementara itu, unsur Dinas Pekerjaan Umum menangani kebutuhan infrastruktur, salah satunya pembersihan saluran air yang tersumbat.
Pembersihan tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan lingkungan, termasuk bau tidak sedap yang selama ini dikeluhkan masyarakat di kawasan Pasar Tanjung.
Danang menegaskan, berbagai pembenahan yang dilakukan saat ini bukan merupakan tujuan akhir.
Menurutnya, penataan aktivitas perdagangan dan kawasan pasar merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum pembangunan kembali Pasar Tanjung.
“Goal-nya adalah revitalisasi Pasar Tanjung. Nantinya ada pembangunan pasar yang diharapkan cukup menampung seluruh pedagang, sehingga tidak lagi ada yang berjualan di jalan,” ungkapnya.
Ia berharap pedagang dan masyarakat sekitar ikut mendukung proses penataan tersebut. Dukungan dari berbagai pihak dinilai diperlukan agar pembenahan dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Sejumlah perubahan awal mulai terlihat setelah pengaturan aktivitas perdagangan diterapkan.
Salah satunya dirasakan pedagang di lantai atas. Sunaryati, salah seorang pedagang, mengatakan kondisi di lantai atas mulai lebih ramai setelah pedagang di lantai bawah menerapkan sistem shift.
“Sekarang mendingan agak ramai. Kalau sebelumnya yang di bawah buka dari siang, beberapa hari ini sudah diatur, jadi yang di atas mulai ramai,” tuturnya.
Menurut Sunaryati, pengaturan tersebut memberikan kesempatan yang lebih merata bagi pedagang untuk mendapatkan pembeli.
Perubahan juga dirasakan dari sisi distribusi barang. Susanto, penjaga warung sembako di kawasan Pasar Tanjung, mengatakan kendaraan pengangkut kini lebih mudah masuk ke kawasan pasar pada siang hari.
“Kalau dulu ada kiriman barang jam 12.00, mobil atau truk sudah enggak bisa masuk, tapi hari ini bisa,” kata Susanto.
Meski demikian, ia menyebut masih terdapat pedagang yang membuka lapak sekitar pukul 14.00 WIB, lebih awal dari ketentuan pukul 16.00 WIB.
Selain aktivitas perdagangan, penataan juga menyasar arus lalu lintas di sekitar Pasar Tanjung.
Kepala Dishub Jember Gatot Triyono mengatakan kondisi di Jalan Samanhudi relatif lancar selama lima hari penerapan rekayasa lalu lintas.
Namun, pihaknya masih menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan pedagang maupun pengunjung pasar.
Kepadatan kendaraan di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Trunojoyo juga menjadi perhatian dalam proses evaluasi.
Dishub Jember akan melakukan analisis untuk memetakan dampak perubahan arus lalu lintas sekaligus menampung masukan dari masyarakat.
Pemkab Jember selanjutnya akan melanjutkan pembenahan secara bertahap sebagai bagian dari persiapan revitalisasi Pasar Tanjung.
Revitalisasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan kawasan pasar yang mampu menampung seluruh pedagang, sehingga aktivitas perdagangan tidak lagi menggunakan badan jalan.






