BeritaHeadline

BPRS Bhakti Sumekar Nilai ICP UNIBA Efektif Cetak Mahasiswa Berjiwa Wirausaha

1134
×

BPRS Bhakti Sumekar Nilai ICP UNIBA Efektif Cetak Mahasiswa Berjiwa Wirausaha

Sebarkan artikel ini
BPRS Bhakti Sumekar Nilai ICP UNIBA Efektif Cetak Mahasiswa Berjiwa Wirausaha
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar foto bersama rektor UNIBA dan KadisDKUPP. Foto: locusjatim.com

Sumenep, locusjatim.comProgram Inovatif Collaboration Project (ICP) yang digagas Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura dinilai sebagai langkah efektif dalam mencetak mahasiswa berjiwa wirausaha.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, yang menilai program tersebut mampu menjembatani teori akademik dengan praktik bisnis secara langsung.

Hairil Fajar menilai, pendekatan pembelajaran berbasis praktik seperti ini menjadi strategi yang tepat dalam membangun mental dan keterampilan kewirausahaan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memahami konsep bisnis di ruang kelas, tetapi juga diuji langsung dalam menghadapi dinamika pasar yang sesungguhnya.

Selain itu, pemanfaatan lantai dua Pasar Anom yang sebelumnya belum optimal dinilai sebagai langkah strategis. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di area tersebut, sekaligus memperkuat peran pasar tradisional sebagai pusat ekonomi daerah.

“Jadi kami menyambut baik inisiatif dari UNIBA melalui rektor Prof Rahman Hidayat, yang menginisiasi mahasiswa untuk mempraktekkan dari teori yang didapat di Fakultas Bisnis dan Ekonomi untuk praktek atau tugas akhir di blok A Pasar Anom,” ujar Hairil Fajar.

Ia juga berharap, aktivitas bisnis yang dijalankan mahasiswa dapat mendorong terciptanya transaksi yang lebih aktif di lantai dua Pasar Anom. Jika hal itu terwujud, maka pasar tersebut diyakini akan semakin mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan dengan perkembangan teknologi dan pola belanja modern.

Di sisi lain, BPRS Bhakti Sumekar selama ini turut berperan dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa, khususnya terkait pengelolaan keuangan yang cerdas dan bijak. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan kapasitas mahasiswa sebagai calon pelaku usaha.

Dengan konsep kolaboratif antara dunia akademik dan sektor keuangan, ICP UNIBA dinilai tidak hanya menjadi program pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana efektif dalam mencetak generasi muda yang siap menjadi pelaku usaha dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di Kabupaten Sumenep.

“Intinya kami sangat menyambut baik, karena dari ini kami menilai adalah inovasi dari UNIBA bagaimana mahasiswa memiliki jiwa wirausaha,” tambahnya.

Secara terpisah, Rektor UNIBA Madura, Prof. Rachmad Hidayat, menekankan bahwa pelaksanaan program Inovatif Collaboration Project (ICP) merupakan bentuk nyata komitmen kampus dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mental dan keterampilan kewirausahaan sejak dini.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan. ICP adalah wadah pembelajaran nyata agar mereka berani memulai usaha, memahami manajemen, pemasaran, hingga menghadapi tantangan pasar secara langsung,” ungkapnya.

Lebih jauh, program ICP juga dipandang sebagai langkah strategis UNIBA Madura dalam merespons persoalan ekonomi, khususnya tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi. Melalui pengalaman menjalankan usaha selama satu semester, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang untuk merintis bisnis secara mandiri setelah menyelesaikan studi.

“Harapannya, dari ICP ini lahir entrepreneur-entrepreneur muda Madura yang kreatif, tangguh, dan mampu bersaing. Kampus hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai inkubator bisnis masa depan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *