Berita

Ujian Bukan Sekadar Seleksi, Bupati Sumenep Tekankan TKA sebagai Peta Kemampuan Siswa

825
×

Ujian Bukan Sekadar Seleksi, Bupati Sumenep Tekankan TKA sebagai Peta Kemampuan Siswa

Sebarkan artikel ini
Ujian Bukan Sekadar Seleksi, Bupati Sumenep Tekankan TKA sebagai Peta Kemampuan Siswa
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo saat tinjau kegiatan TKA di SMPN 2 Sumenep. Foto: locusjatim.com

Sumenep, locusjatim.com Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di Kabupaten Sumenep tahun ini tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin pendidikan, tetapi juga sebagai upaya memetakan kemampuan riil siswa secara lebih objektif. Perspektif ini mengemuka saat Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, turun langsung memantau jalannya ujian di sejumlah sekolah, Senin (06/04/2026).

Peninjauan dilakukan di SMPN 1, SMPN 2, dan SMPIT Al-Hidayah Sumenep. Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu tidak sekadar seremonial, melainkan memastikan sistem pelaksanaan berjalan sesuai standar, baik dari sisi teknis maupun kesiapan peserta.

“Ini yang pertama saya meninjau berkaitan dengan tes akademik ini, ingin memastikan proses yang dilaksanakan berjalan dengan baik,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo.

Berbeda dari pendekatan lama yang kerap menitikberatkan hasil akhir, TKA kali ini didorong menjadi instrumen refleksi bagi siswa. Bupati menegaskan, ujian ini harus dimaknai sebagai bagian dari proses belajar, bukan sekadar gerbang menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Dengan sistem berbasis komputer yang terintegrasi secara nasional, setiap siswa mengerjakan soal berbeda. Skema ini dinilai mampu menekan potensi kecurangan sekaligus meningkatkan keadilan dalam penilaian. Pengawasan pun diperketat melalui keterlibatan lintas pihak, termasuk pengawas silang antar sekolah.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengantisipasi tantangan infrastruktur, khususnya di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet. Fleksibilitas diberikan agar pelaksanaan tetap inklusif.

“Kalau ada wilayah yang masih blank spot, bisa dilakukan offline, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa TKA sejatinya berorientasi pada kepentingan siswa, bukan institusi pendidikan semata.

“Tes akademik ini bukan untuk kepentingan sekolah, tapi untuk kepentingan anak itu sendiri, untuk mengukur kemampuan mereka,” tegas Achmad Fauzi Wongsojudo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Ihsan, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA tahun ini diikuti sekitar 5.700 siswa kelas IX dari 196 satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.

Ia memastikan seluruh proses berjalan serentak dengan mengacu pada standar operasional yang telah ditetapkan secara nasional, guna menjaga kualitas dan kredibilitas hasil ujian.

Sebagai informasi, TKA merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025. Sistem ini menitikberatkan evaluasi pada mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, serta mata pelajaran pilihan tertentu.

Dengan pendekatan baru ini, pemerintah daerah optimistis TKA tidak hanya menghasilkan nilai, tetapi juga memberikan gambaran utuh tentang kesiapan generasi muda menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

“Pelaksanaan TKA dilakukan secara serentak dengan standar operasional yang telah ditetapkan, guna menjamin kualitas dan kredibilitas hasil ujian,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *