Jember,locusjatim.com— Di tengah perubahan zaman yang menuntut kecepatan dan fleksibilitas, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menghadirkan terobosan melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). RPL disebut menjadi jawaban atas kebutuhan model pendidikan yang tidak lagi kaku. Melalui skema ini, pengalaman belajar maupun kerja dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik. Artinya, mahasiswa tidak harus memulai dari nol, melainkan bisa langsung melanjutkan dari kompetensi yang telah dimiliki.
Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Khoirul Faizin, menegaskan bahwa pendekatan itu merupakan bentuk penyesuaian kampus terhadap kebutuhan generasi saat ini. Program tersebut, kata dia dirancang sebagai solusi pendidikan yang lebih adaptif, sekaligus menyasar generasi yang ingin berkembang tanpa harus meninggalkan aktivitas produktifnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur pengakuan capaian pembelajaran dari berbagai jalur, baik formal, nonformal, maupun pengalaman profesional.
“RPL ini kami hadirkan sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas lainnya,” ujarnya, Senin (06/04/2026).
Dengan mekanisme ini, pengalaman yang relevan dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS), sehingga masa studi menjadi lebih singkat tanpa mengurangi standar mutu lulusan.
Menurut Khoirul Faizin, fleksibilitas menjadi keunggulan utama program ini.
“Kami ingin memberikan ruang belajar yang lebih fleksibel, sehingga mahasiswa bisa tetap produktif sekaligus meningkatkan kualifikasi akademiknya,” katanya.
Pendekatan tersebut, dinilai selaras dengan karakter generasi masa kini yang mengedepankan efisiensi dan keseimbangan antara pendidikan dan pengalaman praktis. RPL memberi ruang bagi mahasiswa untuk tetap bekerja, berwirausaha, atau mengembangkan diri di bidang lain, tanpa harus mengorbankan kesempatan meraih gelar akademik.
Warek III menyebut, program itu terbuka luas untuk berbagai kalangan. Lulusan SMA hingga sarjana, termasuk mereka yang sempat menempuh pendidikan tinggi namun belum menyelesaikannya, dapat memanfaatkan jalur tersebut. Bahkan, pengalaman kerja minimal dua tahun dapat diakui melalui asesmen berbasis portofolio.
Pilihan program studi yang ditawarkan juga beragam dan telah terakreditasi. Di antaranya S1 Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Hukum Pidana Islam, Manajemen Dakwah, hingga Manajemen Zakat dan Wakaf. Selain itu, jalur RPL juga tersedia untuk jenjang magister seperti Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta Ekonomi Syariah.
Dari sisi pembiayaan, program ini relatif terjangkau. Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk jenjang sarjana berkisar Rp2,64 juta hingga Rp3,6 juta per semester, sedangkan program magister sekitar Rp7,5 juta. Dengan durasi studi yang lebih ringkas, skema ini menjadi pilihan efisien bagi mereka yang ingin berinvestasi dalam pendidikan.
Dirinya menambahkan, kualitas lulusan tetap menjadi prioritas utama dalam implementasi RPL. Proses pendaftaran RPL pun dirancang praktis, mulai dari tahap registrasi, asesmen, hingga daftar ulang. Didukung sistem blended learning dan Learning Management System (LMS), proses pembelajaran tetap berjalan optimal dengan pendekatan yang fleksibel.
Melalui RPL, UIN KHAS Jember mengaku, pihaknya ingin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Bagi generasi adaptif, kuliah kini bukan lagi soal waktu yang panjang, melainkan tentang bagaimana memanfaatkan pengalaman untuk melangkah lebih cepat menuju masa depan.
“Walaupun masa studi bisa lebih singkat, kualitas lulusan tetap kami jaga agar setara dengan jalur reguler,” tandasnya.(*)






