Jember,locusjatim.com–Perpustakaan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember terus menggenjot sejumlah inovasi digital, demi mendorong peningkatan literasi di kalangan kampus. Transformasi yang dihadirkan, disebut menjadi langkah strategis, dalam menjawab kebutuhan informasi di era serba digital.
Berdasarkan data yang dihimpun dari website resmi UIN KHAS Jember diketahui sejumlah layanan kini telah terdigitalisasi, antara lain aplikasi e-Library berbasis Android, akses e-book dan e-resources internasional, hingga sistem sirkulasi dan keanggotaan digital.
Selain itu, katalog layanan terpadu berbasis QR Code turut dihadirkan untuk memudahkan akses informasi secara cepat dan praktis.
Rektor UIN KHAS Jember Prof. Hepni menegaskan bahwa inovasi digital menjadi keniscayaan bagi perpustakaan modern. Maka dari itu, UIN KHAS Jember juga harus mampu mempertahankan eksistensi dan resiliensi di tengah arus digitalisasi, di mana kebutuhan informasi berbasis digital menjadi sangat krusial.
Ia juga menekankan bahwa transformasi tersebut, merupakan bagian dari strategi besar penguatan literasi digital di kampus.
“Pengembangan transformasi literasi digital ditujukan agar perpustakaan semakin relevan, inovatif, dan mampu menjangkau kebutuhan pengguna secara lebih luas,” katanya, Senin (30/03/2026).
Tak berhenti di situ, Prof Hepni membeberkan bahwa perpustakaan juga mengembangkan konsep GLAM (Galeri, Library, Archive, Museum) sebagai pusat arsip digital manuskrip dan naskah kuno Nusantara. Program tersebut, kata dia menjadi langkah penting dalam pelestarian sekaligus digitalisasi warisan intelektual bangsa.
Selain itu, inovasi Laboratorium SAKTI (Services for Academic Knowledge, Turnitin, and Innovation Laboratory) tengah dikembangkan sebagai pusat layanan akademik. Fasilitas tersebut, menyediakan layanan pemeriksaan Turnitin, konsultasi penulisan ilmiah, serta dukungan akademik berbasis inovasi.
Seperti diketahui, Perpustakaan UIN KHAS Jember secara resmi berhasil mempertahankan prestasi Akreditasi “A” dari Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional (LAPN), dengan inovasi layanan digital menjadi salah satu indikator penilaiannya.
“Tentu kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terus bekerja keras, dalam meraih prestasi ini,” tutupnya. (*)






