Pamekasan,locusjatim.com – Wakil Bupati Sukriyanto menggelar acara halal bihalal bersama jajaran Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga kepala desa se-Kabupaten Pamekasan bertempat Pendopo Budaya Pamekasan pada Sabtu (28/3/2026).
Momentum yang bertepatan dengan tradisi Lebaran Ketupat ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat sinergi antar unsur pemerintahan dari tingkat kabupaten hingga desa.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Pamekasan Kholilurrahman, para kepala OPD, serta 13 camat yang turut memeriahkan suasana kebersamaan.
Dalam sambutannya, Sukriyanto menyampaikan bahwa dirinya sengaja memilih Pendopo Timur—rumah dinas Wakil Bupati—sebagai lokasi acara untuk menegaskan keterbukaan dan mempererat hubungan antarlembaga.
Ia juga mengawali sambutan dengan permohonan maaf kepada seluruh tamu undangan.
“Sebagai tuan rumah, kami memohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat kekurangan. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kebersamaan dan membangun komunikasi yang lebih solid ke depan.
“acara Halal bihalal ini bagian dari upaya kita menjaga kekompakan, meningkatkan semangat kerja, dan memperkuat sinergi dari tingkat kabupaten hingga desa,” tambahnya.
Menariknya, Sukriyanto juga menyinggung isu yang sempat beredar terkait hubungan dirinya dengan Bupati. Ia dengan tegas membantah adanya ketidakharmonisan tersebut.
“Tidak ada kesan tidak harmonis. Sampai kapan pun kami tetap solid. Bagi saya, Bupati bukan hanya pimpinan, tetapi juga guru,” ungkapnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi klarifikasi atas berbagai persepsi publik, sekaligus memperlihatkan kedekatan personal yang terjalin antara keduanya.
Sementara itu, Bupati Kholilurrahman dalam sambutannya mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk terus meningkatkan kinerja di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Kita harus lebih baik ke depan. Apalagi kondisi saat ini tidak lebih baik dibanding tahun sebelumnya, salah satunya akibat dampak konflik di Timur Tengah,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya persatuan, kolaborasi, dan kesamaan visi dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan.
“Semakin harmonis, semakin terajut kebersamaan, saling membantu dan mencari solusi. Kita harus menyatukan tekad untuk terus melangkah dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.






