Sumenep, locusjatim.com— RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mulai memperluas jangkauan pelayanan kesehatannya dengan mendatangi langsung sekolah anak berkebutuhan khusus. Melalui program perdana Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) tahun 2026, rumah sakit milik Pemkab Sumenep itu menggelar penyuluhan kesehatan gratis di Sekolah Luar Biasa (SLB) wilayah Saronggi.
Langkah ini menjadi strategi jemput bola untuk memastikan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, memperoleh edukasi kesehatan yang memadai sejak dini. Program tersebut sekaligus mempertegas peran rumah sakit tidak hanya sebagai tempat pengobatan, tetapi juga pusat edukasi kesehatan masyarakat.
Koordinator Tim PKRS RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Vinda Sartika Basri, mengatakan kegiatan ini difokuskan untuk membangun kesadaran hidup sehat di kalangan siswa berkebutuhan khusus.
“Kegiatan ini merupakan komitmen kami untuk meningkatkan derajat kesehatan kelompok rentan. Selain itu, juga untuk mendorong deteksi dini masalah kesehatan serta memastikan anak berkebutuhan khusus mendapatkan akses layanan yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, pelaksanaan penyuluhan langsung di lingkungan sekolah dinilai lebih efektif karena siswa mendapat pendampingan dari guru dan orang tua. Dengan begitu, penerapan pola hidup sehat dapat dipantau dan dilakukan secara konsisten.
Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga membuka ruang konsultasi kesehatan bagi siswa. Pendekatan tersebut diharapkan membantu menemukan potensi gangguan kesehatan lebih awal sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan tepat.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar melalui Kepala Seksi Informasi, Erfin Sukayati, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial rumah sakit kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, penyuluhan menghadirkan Dokter Spesialis Mata, dr. Fardian Yedasukma, yang memberikan materi kesehatan sekaligus pemeriksaan dasar. Kegiatan ini turut didampingi Kepala Seksi Rawat Jalan, Fitri Dwi Cahyani, yang berperan sebagai fasilitator.
Upaya ini melengkapi komitmen rumah sakit yang sebelumnya telah menyediakan berbagai fasilitas ramah difabel, seperti jalur pemandu dan toilet khusus. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pelayanan inklusif bagi pasien penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan promotif dan preventif yang menyasar langsung ke sekolah, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep berharap dapat mempersempit kesenjangan akses kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus.
Rumah sakit daerah itu optimistis, dengan edukasi yang berkelanjutan dan menjangkau langsung komunitas difabel, kualitas kesehatan dan kemandirian anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Sumenep dapat terus meningkat.
“Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi Tim PKRS dan Seksi Rawat Jalan,” tutupnya.(*)











