Banyuwangi, locusjatim.com – Pembangunan jalan Lampon, di Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, sepanjang 2,8 kilometer yang dimulai sejak awal Februari 2026 lalu kini telah tuntas. Dampaknya sangat luar biasa, tidak hanya mempercantik wajah desa, namun juga menghidupkan kembali semangat ekonomi, pendidikan, hingga akses kesehatan warga.
Jalan Lampon sendiri merupakan jalur vital. Selain menjadi urat nadi utama masyarakat, jalan ini merupakan akses satu-satunya menuju markas Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon TNI Angkatan Laut.
Agus Maryono, Ketua RW 10 Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, tak kuasa menahan rasa syukur. Pria yang juga menjabat anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) ini menceritakan “curhatan” pilu masa lalu sebelum PT BSI turun tangan.
“Dulu kondisinya rusak parah, lubang menganga di mana-mana. Kalau sedang hujan, itu sangat berbahaya. Lubangnya tertutup air, jadi tidak kelihatan bagi pengguna jalan,” kenang Agus, Rabu (25/2/2026).
Saking parahnya kerusakan di masa lalu, Agus mengisahkan sebuah kejadian memprihatinkan. Dimana seorang pengendara motor mengalami patah garpu shockbreaker roda depan akibat menghantam lubang yang dalam.
Kini, cerita duka itu telah berganti optimisme. Dengan ketebalan aspal mencapai 15 sentimeter dan proses pengerjaan yang diawali dengan perataan permukaan jalan yang matang, kualitas jalan ini dipuji warga setara dengan jalan tol.
“Luar biasa bedanya. Saya sendiri kalau ke Balai Desa dulu itu butuh waktu 30 menitan, sekarang cukup 10 menit saja. Waktu tempuh jadi tiga kali lebih cepat,” tutur Agus dengan nada penuh semangat.
Agus sedikit menoleh ke belakang, di mana pada tahun 2014 warga sempat patungan swadaya hingga terkumpul Rp260 juta dibantu aspal drum dari Pemkab Banyuwangi untuk perbaikan. Namun karena menggunakan metode aspal lapen, jalan kembali hancur pada 2017.
Kini, dengan kehadiran aspal hotmix dari PT BSI, kualitasnya dirasakan sangat kontras. Kebahagiaan warga kian lengkap dengan adanya pengaspalan lanjutan dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Banyuwangi, sejauh 400 meter. Meskipun kualitas jalan dinilai tidak sebaik aspal yang dikerjakan PT BSI.
“Kalau saya bandingkan kualitasnya, ya kurang lebih 90 berbanding 60 lah. Punya PT BSI jauh lebih unggul karena jalannya diratakan dulu sebelum diaspal, benar-benar kuat dan tebal,” ungkapnya.
Operator tambang emas Gunung Tumpang Pitu ini tampaknya benar-benar memperhatikan kualitas aspal jalan Lampon, demi ketahanan jangka panjang. Bagi warga setempat, aspal mulus ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol hadirnya kesejahteraan.
“Harapannya jalan yang sudah bagus ini bisa mempercepat perjalanan, mengurangi risiko kecelakaan, dan tentu membawa kesejahteraan bagi warga sekitar. Semoga jalan yang mulus ini menjadi awal pemerataan pembangunan di titik lainnya,” tandas Agus.
Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Pesanggaran, Sukirno, SH, menyampaikan terima kasih atas kepedulian PT BSI terhadap kondisi jalan Lampon. Melihat kualitas pengerjaan, dia mengaku senang.
“Masyarakat Pesanggaran puas melihat pekerjaan PT BSI. Masyarakat sangat senang,” katanya.
Menurut Sukirno, jalan Lampon sendiri merupakan urat nadi vital bagi mobilitas warga. Selain menjadi akses utama bagi pelajar tingkat SMP dan SMA, jalur ini merupakan jantung perekonomian, termasuk para pekerja perkebunan (babatan).
Kini, warga Dusun Ringinagung, bisa menatap masa depan dengan lebih optimis. Jalan mulus, ekonomi lancar, dan senyum masyarakat adalah potret nyata keberhasilan sinergi antara perusahaan, warga dan pemerintah dalam membangun daerah.
Penting diketahui, wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, merupakan lokasi investasi PT BSI, selaku pemegang izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) Emas dan Mineral Pengikutnya, Nomor 188/547/KEP/429.011/2012.
Wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, meliputi Desa Kandangan, Sarongan, Sumberagung, Sumbermulyo dan Pesanggaran.
Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut telah dinyatakan sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) sesuai Kepmen ESDM Nomor 159.K/90/MEM/2020. Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN ini operasi produksi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan pesanggaran, Banyuwangi.
Sebagai pelaku investasi, PT BSI terus menancapkan komitmennya kepada masyarakat. Program PPM atau CSR terus digelontorkan dengan 8 program utama. Meliputi program bidang pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pembentukan lembaga komunitas dan infrastruktur. (*)






