Berita

Diapresiasi PWI, BPRS Bhakti Sumekar Didorong Jadi Pilar Literasi Keuangan Daerah

622
×

Diapresiasi PWI, BPRS Bhakti Sumekar Didorong Jadi Pilar Literasi Keuangan Daerah

Sebarkan artikel ini
Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar
Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar saat teri penghargaan dari Ketua PWI Sumenep, Foto: Istimewa

Sumenep, locusjatim.com Peran BPRS Bhakti Sumekar dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap dunia perbankan kembali mendapat pengakuan. Pada resepsi puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dirangkai dengan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), lembaga keuangan milik daerah itu menerima apresiasi khusus dari PWI Sumenep atas konsistensinya menggerakkan literasi perbankan dan inklusi keuangan, Senin (9/2/2026).

Apresiasi tersebut mencerminkan penilaian bahwa BPRS Bhakti Sumekar tidak berhenti pada fungsi intermediasi keuangan semata. Bank ini dinilai aktif mengambil peran edukatif, membantu masyarakat memahami pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus beradaptasi dengan perkembangan layanan perbankan digital yang kian pesat.

Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, memandang upaya peningkatan literasi keuangan sebagai faktor strategis bagi kemajuan daerah. Ia menilai, semakin baik pemahaman masyarakat terhadap layanan perbankan, semakin besar pula peluang tumbuhnya kemandirian ekonomi, khususnya di sektor UMKM dan kelompok usaha informal.

Warid menegaskan, literasi keuangan bukan sekadar mengenalkan produk bank, tetapi membangun kesadaran bersama tentang pentingnya perencanaan keuangan, akses pembiayaan yang tepat, serta penggunaan layanan digital secara bijak. Menurutnya, daerah yang memiliki tingkat literasi keuangan baik akan lebih siap menghadapi dinamika ekonomi nasional.

Ia juga berharap apresiasi ini dapat menjadi pemicu kolaborasi yang lebih luas antara media, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah dalam mengedukasi masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mencetak warga yang cakap finansial dan mampu bersaing di era digital.

“Ketika masyarakat melek keuangan, mereka tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku ekonomi yang tangguh. Itu akan memperkuat fondasi ekonomi daerah,” ujar Warid.

Sementara itu, Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Ia menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan bagian dari tanggung jawab moral BPRS sebagai bank milik daerah, seiring dengan komitmen menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan, transformasi digital yang dijalankan BPRS tidak semata mengikuti arus tren, tetapi sebagai jawaban atas tuntutan layanan yang semakin dinamis. Edukasi keuangan terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari sosialisasi langsung, pendampingan pelaku usaha, hingga pemanfaatan platform digital untuk mempermudah akses layanan.

Hairil menambahkan, digitalisasi di BPRS Bhakti Sumekar diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, sekaligus menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses layanan perbankan. Dengan langkah tersebut, pihaknya berharap dapat memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang inklusif.

“Kami ingin masyarakat Sumenep tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi digital. Literasi dan inklusi keuangan harus berjalan beriringan agar kesejahteraan bisa dirasakan lebih luas,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *