Berita

Event Sumenep 2026 Disiapkan Lebih Inklusif dan Berdampak Ekonomi

748
×

Event Sumenep 2026 Disiapkan Lebih Inklusif dan Berdampak Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Rapat koordinasi Sumenep Calendar Event 2026
Rapat koordinasi Sumenep Calendar Event 2026. Foto: Istimewa

Sumenep, locusjatim.com Tren peningkatan kunjungan wisatawan dalam tiga tahun terakhir menjadi pijakan kuat Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mematangkan Event Sumenep 2026. Rangkaian agenda yang disiapkan tidak hanya mengedepankan hiburan, tetapi diarahkan sebagai strategi penguatan ekonomi rakyat dan promosi budaya daerah secara berkelanjutan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan puluhan event sebelumnya membuktikan potensi besar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah ujung timur Pulau Madura tersebut. Karena itu, konsep event ke depan disusun lebih inklusif dengan melibatkan masyarakat dan komunitas secara aktif.

Menurutnya, event daerah memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial. Ia menilai, event dapat menjadi ruang bertemunya pelestarian budaya, kreativitas generasi muda, serta penguatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Event Sumenep bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi upaya merawat seni dan budaya, membuka ruang regenerasi, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujar Bupati Fauzi, Jumat (06/02/2026).

Ia menegaskan, kekayaan seni dan budaya lokal Sumenep merupakan aset yang harus dijaga melalui kegiatan yang konsisten dan berorientasi jangka panjang. Dengan memberi ruang tampil bagi seniman lokal, event juga diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi baru pelaku seni dan industri kreatif.

Dari sisi ekonomi, event berskala besar diyakini membuka peluang usaha di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga jasa pariwisata. Pemerintah daerah pun mendorong keterlibatan langsung pelaku UMKM agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara merata.

Selain memperkuat potensi internal, Pemkab Sumenep juga membuka ruang kolaborasi lintas daerah. Sebanyak 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur direncanakan terlibat dalam sejumlah agenda Event Sumenep 2026, termasuk Madura Culture Festival, sebagai upaya memperluas jejaring promosi budaya dan pariwisata.

Langkah tersebut dinilai strategis untuk menegaskan posisi Sumenep sebagai pusat aktivitas seni, budaya, dan pariwisata di Madura. Kolaborasi antardaerah juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik event di tingkat provinsi hingga nasional.

Tak hanya seni dan budaya, sektor olahraga serta komunitas hobi seperti otomotif juga menjadi fokus pengembangan. Bupati Fauzi menyebut banyaknya komunitas aktif di Sumenep sebagai peluang untuk menghadirkan event berskala nasional bahkan se-Indonesia.

Optimisme tersebut diperkuat dengan data kunjungan wisatawan yang terus menunjukkan tren positif. Pada 2023, sebanyak 60 event berhasil mendatangkan 1.388.922 wisatawan. Angka itu meningkat menjadi 1.700.959 kunjungan pada 2024, dan kembali naik pada 2025 dengan total 1.901.790 kunjungan.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pemkab Sumenep untuk menjadikan Event Sumenep 2026 sebagai tonggak penguatan identitas budaya sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat menuju panggung nasional dan internasional.

“Potensi komunitas olahraga dan otomotif sangat besar. Ini peluang untuk menghadirkan event yang lebih variatif sekaligus menarik wisatawan dari berbagai daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *