Sumenep, locusjatim.com — Ketika harapan pada pemerintah desa tak kunjung terjawab, warga Dusun Serseran, Desa Talang, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, memilih mengambil jalan sendiri. Dengan modal kebersamaan, masyarakat memperbaiki jalan poros menuju dusun mereka secara swadaya sebagai bentuk kepedulian sekaligus kritik terhadap kinerja pemerintah desa.
Jalan yang menjadi satu-satunya akses utama bagi aktivitas warga itu selama bertahun-tahun berada dalam kondisi memprihatinkan. Lubang di berbagai titik, permukaan rusak, serta genangan lumpur saat musim hujan membuat jalur tersebut rawan dilalui dan kerap menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses layanan kesehatan.
Salah satu warga Dusun Serseran, Anis Jakfar, mengungkapkan bahwa langkah gotong royong ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan lahir dari rasa kecewa yang sudah lama terpendam.
“Ini jalan poros, tapi sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak tanpa ada perhatian serius dari pemerintah desa. Kami akhirnya terpaksa memperbaiki sendiri karena terlalu lama diabaikan,” ujar Anis di sela kegiatan perbaikan jalan.
Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak parah sangat berisiko bagi keselamatan warga, terlebih saat musim hujan tiba.
Aksi swadaya tersebut juga menjadi pesan terbuka warga kepada Pemerintah Desa Talang. Masyarakat menilai, perhatian terhadap infrastruktur dasar belum mencerminkan kebutuhan riil warga di tingkat dusun.
“Setiap tahun ada Dana Desa. Tapi kami bertanya-tanya, kemana arah pembangunan desa selama ini? Mengapa jalan utama menuju Dusun Serseran selalu luput dari perhatian?” tambah Anis.
Menurut warga, pembangunan jalan desa seharusnya menjadi prioritas utama karena berperan sebagai urat nadi kehidupan masyarakat. Tanpa akses yang layak, berbagai sektor kehidupan warga ikut terdampak.
Melalui aksi ini, masyarakat Dusun Serseran berharap pemerintah desa dapat melakukan evaluasi serius, meningkatkan transparansi, serta lebih peka terhadap kebutuhan dasar warganya.
“Kalau pemerintah desa hadir dan menjalankan fungsinya dengan baik, kami tidak perlu turun tangan seperti ini,” pungkas Anis.
Sampai berita ini diturunkan, Kepala Desa Talang belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi jalan poros menuju Dusun Serseran maupun penjelasan penggunaan Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.












