Jember, locusjatim.com — Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember terus memperkokoh reputasinya di tingkat global setelah kembali mengantongi sertifikasi internasional ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu dan ISO 21001:2018 mengenai Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan yang berlaku hingga tahun 2028.
Pengakuan tersebut, sekaligus menegaskan konsistensi kampus dalam menerapkan standar mutu internasional pada tata kelola kelembagaan, akademik, dan layanan pendidikan.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan mutu di UIN KHAS Jember tidak berjalan sesaat, melainkan dilakukan secara berkelanjutan dan terukur. Sertifikasi ISO yang diperpanjang ini juga memperkuat posisi kampus PTKIN tersebut di tengah persaingan pendidikan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, menjelaskan bahwa sertifikasi ISO merupakan standar internasional yang memberikan legitimasi terhadap tata kelola dan performa institusi pendidikan tinggi. Ia menyampaikan bahwa UIN KHAS Jember pertama kali memperoleh sertifikasi tersebut pada 2018 dan secara berkala melalui proses evaluasi serta resertifikasi.
“Alhamdulillah, setelah melalui proses penilaian, sertifikasi ini kembali diperpanjang dan berlaku sampai 2028,” ujarnya, Senin (22/12/2025).
Menurut Prof. Hepni, perpanjangan sertifikasi tersebut menandakan bahwa mutu kelembagaan, mutu akademik, dan kualitas layanan di UIN KHAS Jember telah memenuhi standar internasional. Ia menegaskan, pengakuan global ini bukan sekadar simbol administratif.
“Ini adalah pengakuan kualitas, sekaligus amanah besar agar standar yang sudah dicapai terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebelumnya UIN KHAS Jember juga telah meraih Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul di tingkat nasional. Dengan ditopang sertifikasi ISO berskala internasional, pengakuan mutu kampus menjadi semakin lengkap. Kondisi itu, dinilai akan berdampak positif terhadap penguatan akreditasi program studi yang ada.
“APT Unggul sudah memberi pengaruh besar terhadap akreditasi prodi. Ketika diperkuat oleh standar internasional seperti ISO, tentu daya saing institusi dan seluruh program studi akan semakin meningkat,” jelas Prof. Hepni.
Meski demikian, capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh sivitas akademika UIN KHAS Jember. Menurutnya, standar internasional harus tercermin dalam perilaku, budaya akademik, serta kualitas layanan sehari-hari.
“Kalau sudah berstandar internasional, tidak boleh ada stagnasi. Justru harus terus berbenah dan meningkatkan kualitas,” katanya.
Prof. Hepni mengibaratkan sertifikasi ISO sebagai pendorong sekaligus pengendali bagi kemajuan kampus. Di satu sisi mendorong percepatan peningkatan mutu, dan di sisi lain menjaga agar seluruh proses tetap berada dalam koridor kualitas.
“ISO itu menjadi gas agar kampus terus maju, sekaligus rem agar kita tetap terkendali dan tidak keluar dari standar mutu,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencapaian sertifikasi tersebut. Menurutnya, kebersamaan, loyalitas, dan komitmen menjadi kunci utama keberhasilan UIN KHAS Jember mempertahankan sertifikasi ISO hingga 2028.
Di akhir pernyataannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga komitmen bersama dan menyatukan potensi yang ada. Ia optimistis, dengan fondasi mutu yang semakin kuat, UIN KHAS Jember mampu meraih capaian-capaian yang lebih prestisius di masa mendatang.
“Tanpa sinergi semua elemen, capaian ini tidak mungkin diraih,” tutupnya.(*)












