Surabaya, locusjatim.com – Latar belakang pendidikan pesantren kini coba dipadukan dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. Langkah itu dilakukan NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur melalui pelatihan vokasi bidang teknisi Air Conditioner (AC).
Program yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 tersebut menyasar kader NU dan alumni pesantren di wilayah Surabaya dan sekitarnya, khususnya mereka yang belum bekerja.
Bukan hanya memberikan materi teori, pelatihan ini dirancang agar peserta memiliki kemampuan teknis yang bisa langsung digunakan setelah menyelesaikan program. Keterampilan tersebut juga diharapkan dapat menjadi modal untuk membuka jasa teknisi secara mandiri.
Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofii Boenawi, mengatakan program pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari upaya agar dana umat dapat memberikan manfaat yang produktif dan berkelanjutan.
“Program ini diarahkan untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang tidak berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi memiliki nilai keberlanjutan,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).
Menurut Rofii, pendekatan pemberdayaan seperti itu juga diterapkan dalam program bantuan modal usaha. Dana zakat tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi diarahkan menjadi modal produktif sehingga manfaatnya dapat terus berkembang.
Konsep serupa diterapkan melalui pelatihan teknisi AC. Peserta dipersiapkan dengan bekal yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan maupun menciptakan peluang usaha sendiri.
“Program tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan, tetapi juga menyiapkan peserta agar memiliki kemampuan yang dapat digunakan setelah pelatihan selesai,” tegasnya.
Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan pembelajaran teori sekaligus praktik langsung. Mereka akan diperkenalkan dengan keterampilan dasar yang diperlukan untuk menangani perangkat AC.
Tidak berhenti pada keterampilan, peserta juga akan mendapatkan sertifikat pelatihan terverifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan tool kit sebagai perlengkapan kerja.
Selain itu, terdapat peluang penyaluran usaha dan penyerapan tenaga kerja bagi peserta yang telah mengikuti program.
“Sehingga pelatihan tersebut dapat menjawab kebutuhan peserta terhadap keterampilan kerja sekaligus membuka akses ekonomi baru bagi kader NU dan alumni pesantren yang belum bekerja,” tuturnya.
Rofii menilai porsi praktik menjadi bagian penting karena kemampuan teknis harus dapat diterapkan ketika peserta berhadapan langsung dengan pekerjaan di lapangan.
“Dengan demikian, peserta nantinya bisa mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh, baik ketika bekerja maupun ketika membuka jasa teknisi AC secara mandiri,” ungkapnya.
Syarat Peserta
Pelatihan ini diperuntukkan bagi kader NU atau alumni pesantren yang berada di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Calon peserta yang mendaftar harus laki-laki berusia 18 hingga 30 tahun dan belum bekerja. Mereka juga harus memiliki komitmen tinggi untuk belajar, siap bekerja, berkelakuan baik serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Pendaftaran sekaligus seleksi peserta dibuka mulai 6 hingga 17 Oktober 2026 melalui laman s.id/vokasisantri.
Setelah proses seleksi selesai, peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti technical meeting pada 18 Oktober 2026.
Sedangkan pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026 di Aula Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur Nomor 9, Gayungan, Kota Surabaya.
Melalui program tersebut, NU Care-LAZISNU Jatim berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi jembatan dari lingkungan pesantren menuju dunia kerja maupun dunia usaha.






