Berita

Cegah Retakan Gumitir Makin Parah, Tim Gabungan Siapkan Sejumlah Langkah Mitigasi

516
×

Cegah Retakan Gumitir Makin Parah, Tim Gabungan Siapkan Sejumlah Langkah Mitigasi

Sebarkan artikel ini
rapat koordinasi yang digelar setelah tim gabungan melakukan pemeriksaan lapangan
Rapat koordinasi yang digelar setelah tim gabungan melakukan pemeriksaan lapangan. Foto: Istimewa

Jember, locusjatim.com – Sejumlah instansi di Kabupaten Jember menyepakati langkah mitigasi untuk mencegah retakan tanah di jalur Gumitir, Kecamatan Silo, berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi yang digelar setelah tim gabungan melakukan pemeriksaan lapangan pada Senin (5/10/2026). Dalam pemeriksaan itu, ditemukan retakan ringan di sekitar KM 230+950.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, posisi retakan menjadi perhatian karena hanya berjarak sekitar 2 hingga 3 meter dari jalur kendaraan. Di sisi lokasi tersebut juga terdapat area yang berpotensi menjadi jurang.

“Memang ditemukan retakan-retakan ringan tetapi menurut saya dampaknya cukup mengkhawatirkan karena hanya berjarak sekitar 2 sampai 3 meter dari jalur sebelah kanan, yang mana kanan ini berpotensi karena di situ jurang,” kata Edy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai melaksanakan Rapat Koordinasi, Kamis (8/10/2026).

Dalam rapat tersebut, BBPJN Jawa Timur, BPBD Jember, Satlantas Polres Jember, Dinas Perhubungan Jember, DPUPR Jember, Perum Perhutani, dan Forkopimcam Silo membahas langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing.

Langkah pertama yang disepakati adalah menutup retakan sepanjang sekitar 30 meter dengan metode sealing. Setelah itu, bagian permukaan akan ditutup menggunakan lapisan tipis aspal.

“Untuk retakan 30 meter itu minggu ini kita selesaikan dengan disealing, kemudian ditutup dengan lapisan tipis pengaspalan di lokasi itu,” ujar Edy.

Mitigasi juga dilakukan pada bahu jalan yang mengalami gerusan. Sandbag yang sebelumnya dipasang BBPJN akan diperkuat dan ditambahkan terpal untuk mengurangi masuknya air hujan ke tanah.

Menurut Edy, langkah tersebut penting dilakukan sebelum intensitas hujan meningkat. Sebab, air menjadi salah satu faktor yang dapat memperparah gerusan pada bagian tanah yang sudah mengalami kerusakan.

Selain kondisi jalan, tim juga membahas keberadaan pohon beringin di sekitar titik retakan. Pohon tersebut tidak akan ditebang, tetapi akan dirempesi untuk mengurangi bebannya.

“Disimpulkan dalam rapat hari ini tidak dipotong pohon beringin tersebut, tapi hanya dirempesi, dikurangi supaya bebannya tidak terlalu berat,” katanya.

Perempesan dijadwalkan dilakukan pada Sabtu (10/10/2026). Tim gabungan akan berada di lokasi untuk melakukan pekerjaan sekaligus memantau kondisi kawasan secara langsung.

Langkah mitigasi juga disiapkan dalam jangka lebih panjang. Hingga Desember mendatang, kawasan tersebut akan dilakukan reboisasi dengan sejumlah tanaman yang diharapkan dapat membantu menopang kondisi tanah.

Pihak kehutanan juga akan menyediakan bibit tanaman yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, di antaranya petai dan duku.

Sementara itu, kemungkinan penutupan jalur Gumitir belum diberlakukan. Edy mengatakan pengaturan tersebut masih bersifat situasional dan akan kembali dibahas apabila perbaikan permanen nantinya membutuhkan penutupan jalan.

“Untuk penutupan jalan sifatnya masih situasional. Sementara masih belum, ini masih sifatnya sementara,” ujarnya.

BPBD Jember menempatkan penanganan retakan Gumitir sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Edy berharap seluruh langkah teknis dapat dilakukan dengan cepat agar kondisi tersebut tidak berkembang, terutama ketika musim hujan tiba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *